Pernah lewat jalan Bayat ke arah Tancep?
Mungkin kamu pernah lihat satu tugu kecil di pinggir jalan. Biasa saja kelihatannya. Bahkan gampang banget terlewat.
Kebanyakan orang mengira itu cuma tanda batas antara Jawa Tengah dan Jogja.
Padahal… ceritanya jauh lebih dalam.
Tugu itu berdiri sejak setelah Perang Jawa selesai tahun 1830. Waktu itu, tanah Jawa baru saja “diguncang” perang besar yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.
Setelah perang berakhir, Belanda tidak ingin hal seperti itu terulang lagi.
Salah satu caranya: wilayah kerajaan di Jawa diatur ulang.
Akhirnya dibuat kesepakatan antara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.
Namanya: Perjanjian Klaten.
Dari situ ditentukan batas wilayah:
mana yang masuk Surakarta, mana yang masuk Yogyakarta.
Dan untuk menandai batas itu… dibangunlah tugu ini.
Jadi sebenarnya, tugu kecil di pinggir jalan itu bukan sekadar penanda biasa.
Dia adalah saksi bisu bagaimana Jawa pernah “dibagi” lewat kesepakatan politik.
Lucunya, sekarang ribuan orang lewat tiap hari…
tapi hampir tidak ada yang benar-benar tahu ceritanya.
Kadang memang begitu.
Sejarah tidak selalu berdiri megah di museum.
Kadang dia cuma diam di pinggir jalan… nunggu kita peduli.




