Home / Daerah / Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Bupati Gunungkidul Tekankan Pentingnya Sinergitas Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Bupati Gunungkidul Tekankan Pentingnya Sinergitas Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui model pembangunan Pentahelix. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Gunungkidul dalam acara Capacity Building bertajuk “Sinergitas Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” yang diselenggarakan di Hotel Santika, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan bahwa kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi merupakan bagian dari program prioritas daerah.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, keterlibatan kampus menjadi kunci untuk melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa harus membebani masyarakat dengan kenaikan pajak.

“Kami memprioritaskan program Pentahelix agar kerja sama antara pemerintah daerah, kampus, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memicu inovasi daerah. Kita tidak bisa hanya mengandalkan transfer anggaran dari pemerintah pusat, sehingga inovasi dari perguruan tinggi sangat kami butuhkan untuk menggali potensi daerah,” ujar Bupati.

Salah satu bukti nyata keberhasilan sinergi ini adalah lonjakan PAD dari sektor pariwisata. Melalui diskusi intensif dengan akademisi, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berani melakukan revolusi strategi manajemen, termasuk pergantian petugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) dan rencana penerapan sistem e-ticketing atau pembayaran non-tunai secara penuh untuk meminimalkan kebocoran.

Hasilnya, PAD pariwisata yang pada periode awal tahun sebelumnya hanya mencapai Rp7 miliar, melonjak signifikan menjadi Rp18,9 miliar.

Selain sektor pariwisata, Bupati juga menyoroti potensi besar Gunungkidul sebagai “gudang beras” dan “gudang ternak” di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dengan luas wilayah mencapai 46,63% dari total luas DIY, Gunungkidul memiliki kekayaan alam unik berupa kawasan batu kars, gua bawah tanah, dan hutan yang luas.

“Wilayah kita terdiri dari batu kars dan hutan yang sangat luas. Kami berencana menggandeng pakar dari perguruan tinggi untuk mengelola potensi carbon trading serta memastikan kelestarian kawasan KBAK yang telah diakui UNESCO tetap terjaga dari kerusakan alam seperti penambangan liar,” tambah Bupati.

Perguruan tinggi, dalam hal ini diwakili oleh kehadiran Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono dari Universitas Diponegoro, diharapkan berperan sebagai sumber teknologi dan pendampingan bagi masyarakat.

Sinergi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku ekonomi yang aktif, seperti melalui pemberdayaan produk pertanian lokal (telur ayam, bebek, dan buah-buahan) agar mampu menembus pasar ritel modern maupun pasar ekspor.

Melalui kegiatan capacity building ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap seluruh jajaran aparatur pemerintah dan elemen masyarakat dapat memiliki kesamaan visi dalam membangun daerah melalui kolaborasi yang erat dengan dunia akademik demi mencapai kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *