Home / Politik dan Sejarah / Ketua GPK Anggap Oknum Internal Bikin Narasi Provokasi, Minta Kader PPP Tak Terpengaruh

Ketua GPK Anggap Oknum Internal Bikin Narasi Provokasi, Minta Kader PPP Tak Terpengaruh

 

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara. Foto: Source for JPNN

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara menilai ucapan Sekjen GPK Thobahul Aftoni atau Toni soal pemecatan massal pengurus DPW dan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai narasi provokatif.

Menurutnya, pernyataan Toni berpotensi memperkeruh suasana internal PPP di tengah agenda konsolidasi kepartaian.

“Apa yang disampaikan saudara Toni itu narasi provokatif di tengah dinamika internal,” kata Fauzan kepada awak media, Minggu (19/4).

Dia menegaskan pernyataan Toni terkait pemecatan massal pengurus DPW dan DPC PPP tidak mewakili sikap GPK.

“Saat ini proses konsolidasi internal terus berlanjut dari Musyawarah Wilayah (Muswil) hingga yang sedang berlangsung Musyawarah Cabang (Muscab). Semua kader di tingkat struktur organisasi yang sah hingga tingkat ke bawah solid,” lanjut Fauzan.

Dia membantah kabar pengurus DPW dan DPC dipecat secara massal seperti dituduhkan, karena DPP PPP hanya melakukan penataan organisasi sesuai dengan mekanisme dan konstitusi partai.

Fauzan menjelaskan penunjukan pelaksana tugas (Plt) di sejumlah daerah dilakukan karena kepengurusan sebelumnya tidak menjalankan kewajiban organisasi.

Semisal, kata dia, pengurus itu tidak melaksanakan musyawarah wilayah di tingkat provinsi sebagaimana diamanatkan dalam aturan partai.

Sementara itu, pejabat DPC hanya diganti surat penunjukannya, akibat masa kepengurusan yang habis.

“Jadi, bukan diberhentikan, melainkan diperpanjang masa tugasnya agar roda organisasi tetap berjalan,” ujar Fauzan.

Dia menuturkan sebanyak 26 dari 38 DPC di Jawa Timur (Jatim) mengalami pergantian surat penunjukan dan nama-nama pejabat sebelumnya tetap sama.

Fauzan pun mengajak seluruh kader bisa menahan diri dan tidak memperkeruh suasana yang memecah belah soliditas PPP.

“Saya berharap semua pihak bisa menahan diri. Jangan lagi ada narasi yang memicu perpecahan. Saat ini yang jauh lebih penting adalah fokus pada persiapan verifikasi Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput,” tutup Fauzan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *