Home / Politik dan Sejarah / BMK 1957 Gelar Muspimnas III, Bahas Kaderisasi dan Rekomendasi untuk PPK Kosgoro

BMK 1957 Gelar Muspimnas III, Bahas Kaderisasi dan Rekomendasi untuk PPK Kosgoro

  

DPP BMK 1957 menggelar Muspinas III BMK 1957 di Jakarta (19/4).

Jakarta,REDAKSI17.COM — Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 1957) menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional ke-III (Muspinas III) BMK 1957 dengan mengangkat tema “Solidaritas Pemuda Sebagai Energi Baru Kepemimpinan Nasional” yang diselenggarakan di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (19/4/26).

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji, Ketua MPO PPK Kosgoro HR Agung Laksono, Ketua Umum PPK Kosgoro Dave Akbarshah Fikarno Laksono, Ketua Umum BMK 1957 Kemas Ilham Akbar, serta jajaran pengurus, simpatisan, dan para senior Keluarga Besar Kosgoro 1957.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BMK 1957 Kemas Ilham Akbar menyampaikan bahwa Muspinas ini merupakan forum strategis dalam organisasi untuk menentukan arah kebijakan BMK 1957 ke depan. “Muspinas merupakan forum tertinggi kedua setelah mubes, yang menjadi sarana untuk membahas pelaksanaan mubes,” ujar Kemas.

Kemas juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat PPK Kosgoro akan menggelar Musyawarah Nasional. Dalam Muspinas III ini, BMK 1957 menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada PPK Kosgoro. Salah satunya adalah memberikan gelar penghormatan kepada HR Agung Laksono atas kontribusinya kepada Kosgoro selama ini. Selain itu, BMK juga menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi di internal Kosgoro

Sementara itu, Ketua Umum PPK Kosgoro Dave Akbarshah Fikarno Laksono menyampaikan bahwa BMK memiliki peran penting sebagai wadah pembentukan kader.

“BMK dilahirkan sebagai kawah candradimuka, masa transisi dari mahasiswa dan pemuda untuk dipersiapkan mengisi berbagai posisi strategis,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muspimnas III dan berharap proses kaderisasi terus berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPO PPK Kosgoro HR Agung Laksono menegaskan bahwa BMK merupakan wadah pembinaan kader untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi, baik di BMK maupun PPK Kosgoro. Ia juga menekankan peran historis Kosgoro sebagai organisasi pendiri Partai Golkar.

“Kosgoro memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi, termasuk dalam melahirkan pemimpin yang mampu melanjutkan kepemimpinan di Partai Golkar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Partai Golkar merupakan satu-satunya saluran politik Kosgoro, serta menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung dan memenangkan Partai Golkar dalam setiap pemilu.

Muspimnas III BMK 1957 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, memperjelas arah kaderisasi, serta mendukung agenda strategis Kosgoro dan Partai Golkar ke depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *