Dalam Text Kuno Tamil Manimekalai dituliskan perjalanan seorang Biksuni ke Kerajaan Jawadwipa pada abad ke-2/3, yang mana saat itu dipimpin oleh PunyaRaja anak dari BhumiChandra, Nama Ibukota kerajaan Jawa tersebut adalah Nagapuram atau “kota para Naga”.
Text Tamil tersebut adalah bukti penting tentang adanya kerajaan Besar Di Jawa tempat Para Naga (Nagapuram), pada era sebelum abad ke-4, dimana kerajaan ini lebih tua dari kerajaan Gunung (Fu-nan).
Dalam catatan Tamil Raja Kerajaan Jawa abad ke-2/3 ini dikenal sebagai pengikut Indra yg juga dikenal sebagai Vajradhara (Pemegang Petir), dan bisa dikaitkan dengan “Vajradhara” pada prasasti Lumbung.
Keberadaan Nagapuram juga bisa dikuatkan lewat sejarah tutur Kamboja, dan Champa dimana dalam sejarah mereka terdapat penguasa yg disebut sebagai “Putri Naga”, yg Ayahnya menguasai wilayah yg Luas di Selatan dari Kamboja/Champa.
Petunjuk lainnya tentang “Nagapuram” adalah prasasti Dong Yen Chau yang berbahasa Austornesia kuno mengatakan tentang “penghormatan kepada Hyang Naga”, dimana Naga mungkin adalah simbol dari kerajaan Jawa saat itu.
Tentang adanya Kerajaan di Jawa sebelum abad ke-3, juga bisa dikuatkan dengan Catatan Ming buku ke 324, dimana tercatat bahwa “menurut kesaksian orang Jawa, kerajaan mereka sudah ada sejak era Kaisar Xuan dari Han, Kira-kira tahun 65 B.C.E”.
Juga terdapat Catatan Xinan yi liezhuan tentang Raja Jawa “Yediao” mengirimkan utusan ke kaisar Shun Han, pada tahun ke-6 era Yongjian atau tahun 131, Kata “Yediao” merupakan penyebutan china untuk Kerajaan “Jawa”.
Dari sini bisa kita ambil kesimpulan sejarah secara kuat bahwa pernah terdapat suatu kerajaan di Pulau Jawa, yg Bernama kerajaan Jawa semenjak dari tahun 65 BCE, dan sekitar Abad ke 2, ibuKotanya bernama Nagapuram atau “kota para Naga”.
(LintangAngrem)





