Home / Politik dan Sejarah / Dari Perayaan Menjadi Gerakan, PKS Fokus Perkuat Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi di Milad ke-24

Dari Perayaan Menjadi Gerakan, PKS Fokus Perkuat Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi di Milad ke-24

    

Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Panitia Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan, Riyono Caping, menegaskan bahwa peringatan Milad ke-24 PKS tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum transformasi gerakan nyata untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

“Dari Perayaan Menjadi Gerakan. Inilah fokus dan ikhtiar Partai Keadilan Sejahtera dalam agenda Milad ke-24 ini. Usia yang semakin dewasa menuntut kesiapan menghadapi tantangan yang semakin kuat dan beragam,” ujar Riyono.

Ia menjelaskan bahwa situasi global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika yang tidak stabil. Sejak 2022, konflik antara Rusia dan Ukraina telah mengguncang tata kelola ekonomi, pangan, dan energi dunia. Memasuki tahun 2026, guncangan global dinilai semakin kuat dengan meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada ketahanan ekonomi dan energi global.

Menurut Riyono, dalam kondisi seperti ini, PKS sebagai bagian dari elemen bangsa harus hadir memberikan solusi dan alternatif bagi masyarakat. Ia juga mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia yang menekankan bahwa kesulitan harus menjadi peluang untuk mendorong kemajuan bangsa.

“Ketika kami panitia dipanggil pimpinan, pesannya sangat jelas: Milad ini bukan sekadar perayaan, tetapi gerakan bersama dari tingkat pusat hingga anggota. Fokus kita pada tiga agenda utama, yaitu ekonomi, pangan, dan energi,” tegasnya.

Perkuat Ekonomi Berbasis Usaha Kecil

Dalam bidang ekonomi, Riyono menekankan pentingnya penguatan usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia menyebut bahwa hingga saat ini, sektor usaha kecil, termasuk usaha kaki lima dan rumahan, masih menjadi pilar penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ekonomi kita masih bergantung pada konsumsi, belum sepenuhnya bertumpu pada produksi. Karena itu, kader harus terus berupaya menumbuhkan ekonomi berbasis usaha kecil dan menengah,” jelasnya.

Ia mendorong kader dan masyarakat untuk tidak menyerah dalam menjalankan usaha, sekecil apa pun bentuknya, mulai dari usaha kuliner sederhana, produk olahan rumahan, hingga usaha berbasis digital.

“Usaha jualan cilok, keripik singkong, jualan online, dan berbagai usaha lainnya harus terus berproses. Jangan menyerah. InsyaAllah kader dan PKS siap bersama masyarakat untuk tetap bertahan dan berkembang,” tambahnya.

Gerakan Pangan Lokal sebagai Kekuatan Ketahanan Nasional

Pada sektor pangan, Riyono menyampaikan bahwa secara nasional kondisi stok pangan, khususnya beras, dalam keadaan aman dan terjaga. Namun demikian, ia menekankan pentingnya memperkuat kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

“Pangan lokal adalah pangan masa depan. Indonesia memiliki ratusan sumber karbohidrat dan protein yang tersebar di seluruh wilayah, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Ia mengajak kader dan masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan memproduksi pangan secara mandiri dari lingkungan sekitar, seperti memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan memelihara sumber protein sederhana.

“Mulai tanam cabai di depan rumah, tanam bayam dan kangkung yang bisa dipanen dalam waktu singkat, serta pelihara lele di ember atau galon bekas. Ini langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk membangun kesadaran produksi pangan sendiri,” jelasnya.

Riyono menambahkan bahwa gerakan pangan lokal harus menjadi budaya yang berkelanjutan di lingkungan kader dan struktur partai.

“Cita-cita besar kita adalah menjadikan kantor partai dan rumah kader sebagai lumbung pangan rakyat. Bahkan ke depan, tidak boleh ada pangan impor dalam sajian rapat dan kegiatan di seluruh struktur partai, mulai dari pusat hingga ranting. Tidak mudah, tetapi bisa,” tegasnya.

Dorong Energi Terbarukan dan Budaya Hemat Energi

Sementara itu, pada sektor energi, Riyono menilai bahwa dampak konflik global telah menyebabkan kenaikan harga energi yang signifikan dan berpotensi memengaruhi harga pangan serta kondisi ekonomi masyarakat.

Ia mengajak kader untuk mulai membiasakan perilaku hemat energi sekaligus mencari solusi jangka panjang melalui pemanfaatan energi terbarukan.

“Energi menjadi salah satu tantangan terbesar saat ini. Kader harus membiasakan hemat listrik dan mencari jalan keluar. Energi terbarukan seperti solar cell menjadi salah satu pilihan yang dapat dikembangkan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan energi surya tidak hanya menjadi langkah efisiensi, tetapi juga bentuk komitmen terhadap pengurangan emisi dan kepeloporan dalam penggunaan energi ramah lingkungan.

“Kami mendorong kantor partai dan fasilitas publik untuk mulai memanfaatkan solar cell, sebagai bentuk komitmen mengurangi emisi sekaligus menjadi pelopor energi terbarukan di masyarakat,” tambahnya.

Milad sebagai Gerakan Bersama Rakyat

Menutup pernyataannya, Riyono menegaskan bahwa Milad ke-24 PKS menjadi momentum untuk menguatkan semangat kolektif dalam membangun ketahanan bangsa di tengah ketidakpastian global.

“Inilah Milad kita hari ini. Milad dari perayaan menjadi gerakan, bersama rakyat menguatkan ketahanan Indonesia. Kita awali dengan doa dan insyaAllah kita akhiri dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *