Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, yang dipimpin oleh Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, di Kantor Wakil Wali Kota, Jumat (24/4).
Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana berbagi pengalaman, khususnya terkait tata kelola pemerintahan dan pengembangan sektor pariwisata.
Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara kedua daerah. Selain itu, pihaknya juga ingin belajar dari Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi pariwisata unggulan.
“Pada kesempatan ini kita bersilaturahmi sekaligus kunjungan kerja. Kami banyak belajar di Kota Jogja terkait tata pengelolaan pemerintahan dan juga pengelolaan pariwisata. Jogja ini kan terkenal selain sebagai kota pendidikan juga kota pariwisata,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Tabalong masih memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan, khususnya di sektor pariwisata. Oleh karena itu, pengalaman dan praktik baik dari Kota Yogyakarta diharapkan dapat menjadi referensi dalam memajukan daerahnya.
“Kami di Kabupaten Tabalong masih banyak yang harus diperbaiki agar ke depan pariwisatanya bisa berkembang seperti di Kota Yogyakarta. Mudah-mudahan pertemuan ini berkelanjutan karena banyak ilmu yang kami dapatkan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi semangat Wakil Bupati Tabalong yang dinilai inspiratif.
“Luar biasa, Pak Wakil Bupati Tabalong ini masih muda dan semangatnya sangat luar biasa. Justru tadi banyak menginspirasi saya untuk lebih semangat lagi,” ungkapnya.
Wawan mengungkapkan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu kekuatan utama Kota Yogyakarta yang terus dikembangkan secara berkelanjutan dan berbasis budaya.
Ia menjelaskan bahwa pariwisata di Kota Yogyakarta tidak hanya bertumpu pada destinasi semata, tetapi juga pada pengalaman yang dirasakan wisatawan selama berada di kota ini. Pendekatan tersebut menjadi kunci dalam menjaga daya tarik Kota Yogyakarta di tengah persaingan destinasi wisata.
“Pariwisata di Kota Yogyakarta tidak lagi hanya soal destinasi, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman, kesan, dan pelayanan yang baik bagi wisatawan. Ini yang terus kami dorong,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki, mulai dari wisata budaya, sejarah, pendidikan, hingga wisata berbasis kampung dan komunitas. Saat ini, terdapat puluhan daya tarik wisata yang dikembangkan secara terintegrasi untuk memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya dan pariwisata.
Wawan menambahkan, pengembangan pariwisata juga diarahkan pada konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat serta pelaku usaha lokal. Hal ini penting agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem pariwisata, termasuk keterlibatan generasi muda dalam mendukung pelayanan dan inovasi di sektor ini.
“Peran masyarakat, komunitas, dan generasi muda sangat penting dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Ini menjadi kekuatan khas Kota Yogyakarta,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, bahkan menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan daerah melalui berbagai aktivitas ekonomi turunannya.
Pada kesempatan ini, Wawan juga menyampaikan harapan agar ada kerja sama antara kedua daerah. “Kami juga ingin melakukan kunjungan balasan ke Tabalong untuk melihat potensi yang bisa kita kerjasamakan di sana,” pungkasnya.



