Ribuan ASN Pemkot Yogya Kerja Bakti Bersihkan Rumput Liar, Terkumpul 30 Ton   

YOGYAKARTA,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menggiatkan kerja bakti bersih lingkungan Gerakan Jogja Berhati Nyaman yang melibatkan ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah setiap Jumat. Kerja bakti massal pada Jumat (24/4/2026)  melibatkan sekitar 4.500 ASN Pemkot Yogyakarta di 150 titik yang tersebar di jalan-jalan Kota Yogyakarta. Dari hasil kerja bakti yang fokus membersihkan rumput liar dan sampah daun itu bisa mengumpulkan sekitar 30 ton.

Beberapa titik lokasi kerja bakti Gerakan Berhati Nyaman itu antara lain Jalan Kemasan, Ngeksigondo, Jalan Pramuka, Jalan Menteri Supeno dan Jalan Kolonel Sugiono. Fokus kerja bakti mencabut dan membersihkan rumput liar serta sampah daun di jalan-jalan yang menjadi titik pembersihan. Sampah dikumpulkan dalam kantong dan diambil oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta.

Kerja bakti Gerakan Jogja Berhati Nyaman fokus membersihkan rumput liar dan sampah daun salah satunya di Jalan Kemasan Kotagede. 

Salah satu titik kerja bakti itu adalah di Jalan Kemasan Kotagede. Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede, Komaru Ma’arif mengatakan untuk gerakan Jogja Berhati Nyaman, Jogja Bersih Sehat, kerja bakti gotong royong di wilayah Kotagede dilakukan di 9 titik lokasi. Mulai Jalan Gedongkuning utara-selatan, Kemasan, Karanglo, Nyi Pembayun, Ngeksigondo, Purbayan, Ki Penjawi dan Rejowinangun. Dalam kerja bakti itu juga melakukan edukasi ke masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita bersama teman-teman dari kemantren, kelurahan, dan teman-teman OPD instansi terkait bersama-sama gotong royong membersihkan rumput-rumput di sepanjang jalan sembilan titik. Sekaligus kita mengedukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Harapan kami Yogya betul-betul berhati nyaman, bersih, masyarakatnya tinggal nyaman, wisatawan yang datang senang karena bersih,” terang Komaru ditemui di sela kerja bakti di Jalan Kemasan, Kotagede.

Kerja bakti mencabut dan membersihan rumput  dan daun di Jalan Pramuka.

Para ASN Pemkot Yogyakarta menyambut baik kerja bakti Gerakan Jogja Berhati Nyaman yang kini semakin diperluas di 150 titik lokasi dari sebelumnya hanya di puluhan titik lokasi. Salah satu ASN Pemkot Yogyakarta yang ikut kerja bakti, Jagad Hidayat Jati  dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyampaikan gerakan kerja bakti itu akan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Ya, sangat baik ya, karena bisa berefek ke lingkungan sekitar juga. Jadi enggak hanya tugas-tugas di kantor, tapi juga memberikan efek langsung kepada masyarakat di jalan-jalan ikut kita perhatikan juga kebersihannya,” ucap Jagad ditemui saat kerja bakti.

Kerja bakti Jogja Berhati Nyaman di Jalan Menteri Supeno Yogyakarta membersihan sampah daun dan rumput liar di sela-sela taman trotoar. 

Hal senada juga disampaikan oleh ASN dari SMPN 10 Yogyakarta Suryatno yang melakukan kerja bakti di Jalan Menteri Supeno. Menurutnya sudah ada pembagian tugas sehingga kerja bakti itu juga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Yogyakarta. “Bagus untuk kebersihan dan peningkatan keindahan kota. Lanjutkan,” ujar Suryatno.

Sementara itu Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq menyebut dari hasil kerja bakti di 150 titik lokasi pada Jumat (24/4/2026) terkumpul 30 ton rumput liar dan sampah daun kering. DLH Kota Yogyakarta mengerahkan 15 armada roda tiga dan 3 dump truk untuk mengangkut rumput liar dan daun kering hasil kerja bakti. Rumput dan sampah daun kering yang terkumpul akan masuk pengolahan pupuk organik DLH Kota Yogyakarta.

Sebelumnya saat apel persiapan kerja bakti Gerakan Jogja Berhati Nyaman, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan kerja bakti menyasar 150 titik di 45 kelurahan, dengan total peserta mencapai 4.500 orang. Masing-masing titik terdiri dari 30 orang dan dipimpin oleh satu koordinator. ASN  dibagi ke dalam kelompok yang secara konsisten menangani titik yang sama setiap pekannya. Kerja bakti akan rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi, mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. Diharapkan kerja bakti itu menjadi contoh bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Gerakan ini harus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. Gotong royong dan bersih-bersih itu mutlak penting,” tegas Hasto.