Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Komisi Nasional Disabilitas (KND) ingin menyuarakan lebih luas lagi terkait isu disabilitas dari DIY melalui dua kegiatan besar. Untuk itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Fatimah Asri Mutmainnah menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X guna meminta izin dan dukungan.
Pertemuan ini dilakukan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Senin (27/04). Ditemui setelahnya, Fatimah Asri yang akrab disapa Teh Aci menjelaskan, kegiatan yang akan diadakan KND di DIY ialah seminar kebangsaan bertema disabilitas yang telah menjadi bagian dari keberagaman Indonesia. Seminar kebangsaan ini menjadi rangkaian upaya menyuarakan isu disabilitas, sebelum puncak acaranya yakni pemecahan rekor MURI yang melibatkan 1.000 anak tuli.
“Kegiatan ini diadakan dalam rangka ketugasan KND, yakni melakukan pemantauan dan advokasi dalam pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Dan kami memilih DIY sebagai lokasi karena kami ingin isu disabilitas ini disuarakan di Jogja. KND menganggap Jogja sebagai pusat peradaban, di mana suara-suara gerakan sangat kuat ketika disuarakan dari Jogja,” paparnya.
Diungkapkan Teh Aci, seminar kebangsaan rencananya akan digelar pada 1 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, sedangkan pemecahan rekor MURI akan dilaksanakan jelang 17 Agustus 2026, sebagai bagian dari refleksi kemerdekaan. Rekor MURI yang akan dipecahkan ialah pembacaan Pancasila atau teks proklamasi secara bersama-sama dengan bahasa isyarat.
“Intinya, tujuan dua kegiatan adalah bagaimana disabilitas ini perlu disuarakan sebagai bagian dari keragaman, jadi bagian dari Bhinneka Tunggal Ika. Sekarang itu sudah bukan lagi kita bicara hanya lintas agama atau budaya, tapi juga lintas cara,” imbuhnya.
Teh Aci juga mengatakan, Sri Sultan mengungkapkan dukungan penuh atas rencana kegiatan KND ini. Baginya, dukungan penuh dari Pemda DIY ini bukan hal aneh lagi, mengingat pelaksanaan inklusivitas di DIY yang sudah cukup maju. ”Sudah banyak praktik-praktik baik terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas di Jogja, baik Kota Yogyakarta maupun di kabupaten lainnya. Maka tak heran jika beliau (Sri Sultan) sangat mendukung kegiatan kami,” imbuhnya.
HUMAS DIY





