PURWAKARTA,REDAKSI17.COM – Memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sejatinya tidak cukup hanya dengan mengandalkan kehadiran fisik aparat penegak hukum di lapangan, melainkan membutuhkan partisipasi aktif serta kekuatan jaringan informasi dari masyarakat luas. Paradigma pemolisian modern inilah yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan Supervisi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri terkait program strategis Sabuk Kamtibmas yang diselenggarakan secara khidmat di Aula Presisi Polres Purwakarta pada Senin (27/04/2026).
Mengusung semangat kolaborasi lintas sektoral, kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Supervisi Agen Intelijen Kepolisian Madya Tingkat II Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Tedi Hermansyah, yang didampingi oleh Kombes Pol Budi Hendra Permadi serta Wakapolres Purwakarta, Kompol Sosialisman M. Natsir.
Suasana sinergi semakin terasa kental dengan hadirnya para tokoh dan perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kabupaten Purwakarta, di antaranya Laskar Merah Putih (LMP), Pemuda Pancasila, Sunda Wani, dan GMBI, yang berdiskusi hangat bersama jajaran Satuan Intelkam tingkat Polres hingga Polsek.
Dalam arahannya di hadapan para elemen masyarakat sipil, Ketua Tim Supervisi Kombes Pol Tedi Hermansyah menguraikan bahwa Sabuk Kamtibmas adalah sebuah konsep pengamanan partisipatif yang dirancang khusus untuk membangun sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman.
Sabuk Kamtibmas bukan hanya soal patroli, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi dan jaringan informasi yang kuat. Di tengah dinamika global seperti isu ekonomi dan geopolitik, masyarakat harus peka terhadap perkembangan situasi dan bersama-sama menjaga stabilitas, tegas Kombes Pol Tedi Hermansyah.
Dukungan penuh terhadap inisiatif Mabes Polri ini turut disampaikan oleh pimpinan kepolisian di wilayah Purwakarta. Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, menyoroti bahwa merawat sinergitas yang telah terbangun teguh dengan masyarakat merupakan fondasi utama dari strategi pemeliharaan keamanan yang berkelanjutan.
Polri tidak bisa bekerja sendiri. Melalui Sabuk Kamtibmas, kami ingin membangun kolaborasi yang kuat dengan masyarakat agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini, ungkap Kapolres.
Rangkaian kegiatan supervisi tersebut tidak hanya diisi dengan pemaparan satu arah, melainkan berkembang menjadi wadah diskusi interaktif, ramah tamah, yang kemudian bermuara pada pembacaan pernyataan sikap bersama sebagai simbol komitmen tak tergoyahkan untuk menjaga keamanan teritori Purwakarta.





