Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menjalin kerja sama dengan Jogja Spark dalam upaya memperkuat ekosistem startup regional sekaligus mendorong daya saing talenta kreatif di tingkat global.

Kerja sama tersebut diawali dengan penyelenggaraan sesi eksklusif yang digelar di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) pada Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Jogja Spark kepada para pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pengembangan dan implementasinya ke depan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menegaskan bahwa inisiatif Jogja Spark memiliki keselarasan visi dengan pengembangan PDIN sebagai pusat industri kreatif nasional. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum untuk mengakselerasi potensi talenta lokal agar mampu menembus pasar global.

“Ini senada, serirama, dan senapas antara bagaimana PDIN sebagai pusat besar industri nasional dimajukan, dengan visi untuk membangun talenta kreatif di Kota Yogyakarta dan sekitarnya agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Dedi menyampaikan, Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik inisiatif tersebut dan mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga perguruan tinggi.

Ia menekankan pentingnya membuka ruang bagi talenta muda yang selama ini potensinya belum sepenuhnya tergali.

“Banyak anak muda dengan kreativitas tinggi yang mungkin belum tersalurkan. Melalui kolaborasi ini, potensi tersebut bisa kita gali dan kembangkan secara lebih terarah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap PDIN dapat menjadi titik temu strategis antara talenta unggul dengan mentor profesional dan pelaku industri yang telah berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem inovasi di Yogyakarta.

“Harapannya, di sini akan bertemu talenta-talenta unggul dengan para mentor dan mitra industri, sehingga mampu mendorong Yogyakarta bersaing di kancah internasional,” tambahnya.

Dedi juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pengenalan semata, melainkan berlanjut pada tahapan implementasi yang konkret dan berkelanjutan.

“Output yang kita bayangkan bukan sekadar hasil workshop, tetapi lahirnya produk-produk kreatif dari Kota Yogyakarta yang mampu menembus dan bahkan membanjiri pasar global, khususnya Amerika dan Eropa,” tegasnya.

Sementara itu, Pendiri Jogja Spark Imat Badruddin, menjelaskan platform ini dirancang sebagai creative outsourcing and innovation hub yang berpusat di Yogyakarta, dengan tujuan menghimpun serta mengembangkan talenta kreatif lokal agar mampu bersaing secara global.

Ia menyebut, inisiatif ini digagas oleh IBR Media Komunikasi Kreatif melalui kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kota Yogyakarta. Jogja Spark diharapkan menjadi jembatan antara talenta kreatif lokal dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang.

“Platform ini tidak hanya mencari dan mengembangkan talenta, tetapi juga menghubungkan mereka dengan dunia profesional dan bisnis global, sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ungkap Imat.