Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (30/4) di zona negatif dengan penurunan 2,03% ke level 6.956,80. Sejumlah saham seperti SMMA, BUMI, dan ADRO masih mencatat penguatan dan menjadi penopang terbatas, sementara tekanan datang dari saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, serta BREN.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 1,65 triliun di pasar reguler dan Rp1,49 triliun di seluruh pasar. Seluruh sektor saham kompak melemah, dengan sektor industri mengalami penurunan paling dalam hingga 2,95%.
Di sisi global, pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung bervariasi, di mana Dow Jones turun 0,31%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,29% dan 0,89%.
Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen ekonomi domestik. Laju inflasi diperkirakan melandai menjadi 2,40% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan di bawah perkiraan pasar. Selain itu, data neraca perdagangan Maret diproyeksikan menyusut menjadi US$ 1 miliar, lebih rendah dari bulan sebelumnya dan ekspektasi konsensus. Sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati terlihat dari perbedaan arah antara ETF Indonesia (EIDO) yang menguat tipis dan indeks MSCI Indonesia yang justru melemah.
Berita Emiten
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
BUMI membukukan kinerja yang meningkat pada kuartal I-2026. Pendapatan tercatat naik 19,75% menjadi US$417,65 juta, diikuti kenaikan laba bersih sebesar 36,66% menjadi US$41,09 juta.
Kinerja ini ditopang oleh peningkatan produksi batu bara menjadi 19,20 juta ton dan penjualan sebesar 19,10 juta ton. Hal tersebut mampu mengimbangi penurunan harga rata-rata batu bara. Efisiensi operasional juga tercermin dari penurunan stripping ratio menjadi 7,7 kali.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
MEDC mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan sebesar 251,43% menjadi US$72,15 juta. Pendapatan perusahaan tumbuh 19,24%, meski diikuti peningkatan beban pokok pendapatan.
Secara operasional, capaian produksi migas berada dalam kisaran target tahunan, dengan biaya produksi yang tetap terjaga. Perseroan juga melanjutkan pengembangan proyek strategis, termasuk Bualuang Phase-1 dan kontribusi fasilitas pengolahan milik AMMN, dengan realisasi belanja modal yang masih di bawah seperempat dari target tahun ini.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
BJBR menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp900 miliar atau Rp85,54 per saham dari laba tahun buku 2025. Rasio pembagian laba mencapai 78,07%.
Pendapatan bunga tercatat tumbuh menjadi Rp15,79 triliun, meski laba bersih mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 7 Mei, dengan pembayaran kepada pemegang saham dijadwalkan pada 26 Mei 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BUMI – Buy 234-240 | TP 246-256 | SL 224
BUMI
Transaksi di sini
Powered by
CYBR – Buy 1255-1270 | TP 1290-1320 | SL 1175
CYBR
Transaksi di sini
Powered by
AADI – Buy 11500-11600 | TP 11750-11900 | SL 10875
AADI
Transaksi di sini
Powered by
MOLI – Buy 290-294 | TP 300-308 | SL 274
MOLI
Transaksi di sini
Powered by
ITMG – Buy 26500-26650 | TP 27150-27600 | SL 25025
ITMG
Transaksi di sini
Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.





