
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta akan mengadakan Gerakan Pangan Murah di 14 kemantren mulai 12 Mei- November 2026. Gerakan Pangan Murah berupa kegiatan pasar murah atau penjualan berbagai bahan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan itu untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus terjangkau. Dalam kondisi tertentu, harga pangan sering fluktuasi sehingga berdampak pada daya beli. Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan diadakan Gerakan Pangan Murah di 14 kemantren.
“Melalui Gerakan Pangan Murah kami hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah dari harga pasar,” kata Ashardini saat dikonfirmasi, Senin ( 4/5/2026)
Dia menyatakan dalam melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan berbagai pihak seperti distributor, produsen, pelaku usaha pangan, dan instansi terkait. Kegiatan Gerakan Pangan Murah akan menyediakan berbagai bahan pangan antara beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai dan komoditas pangan lain sesuai ketersediaan.
Untuk memastikan pangan yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menerapkan skema subsidi harga . “Kami sediakan subsidi dua ribu rupiah (potong pajak) per kilogram komoditas atau per liter minyak goreng,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan kegiatan Gerakan Pangan Murah sebenarnya menyasar masyarakat menengah ke bawah guna mengurangi inflasi dan menjaga daya beli. Gerakan Pangan Murah juga berperan untuk memitigasi dampak kenaikan harga pangan terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Meski demikian kegiatan Gerakan Pangan Murah terbuka untuk masyarakat umum penduduk Kota Yogyakarta.
“Diprioritaskan bagi warga ber KTP (Yogya) di kemantren masing-masing. Kegiatan akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan sesuai jadwal, ” papar Dini.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan berkualitas. Termasuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung pengendalian inflasi daerah. Selain itu Gerakan Pangan Murah juga diharapkan mampu menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Gerakan Pangan Murah bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga berfokus pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga harapannya menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.
