UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta akan memperluas program imunisasi Human papillomavirus (HPV), tidak hanya kepada anak perempuan. Mulai Agustus 2026, Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan juga akan memberikan imunisasi HPV kepada anak laki-laki. Pemberian vaksin HPV itu untuk mencegah kanker serviks pada perempuan dan penyakit kanker lainnya pada laki-laki. Imunisasi HPV akan dilaksanakan bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus nanti.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu mengatakan selama ini ada stigma vaksin HPV khusus perempuan karena sering dikaitkan dengan kanker serviks semata. Namun infeksi HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks pada perempuan, tetapi juga bisa menyebabkan kanker anus, penis, hingga orofaring pada laki-laki. Di samping itu laki-laki dapat bertindak sebagai carrier yang menularkan virus HPV kepada perempuan.
“HPV bisa menyerang baik perempuan maupun laki-laki. Perluasan imunisasi HPV pada anak laki-laki ini bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit yang disebabkan oleh HPV,” kata Endang saat jumpa pers terkait imunisasi HPV pada laki-laki, Kamis (30/7/2026).
Imunisasi HPV tahun 2026 di Kota Yogyakarta akan diberikan kepada anak laki-laki usia 11 tahun atau setingkat kelas 5 SD. Sedangkan untuk anak perempuan usia 11 tahun atau kelas 5, serta usia 12 tahun atau kelas 6 SD dan usia 15 tahun atau kelas 9 SMP yang belum imunisasi HPV. Menurutnya imunisasi HPV menyasar usia anak terutama usia 11 tahun karena pada usia remaja muda membentuk respon imun lebih kokoh
Dia menyebut jumlah sasaran imunisasi HPV di Kota Yogyakarta sebanyak 3.146 anak laki-laki dan perempuan. Imunisasi HPV akan dilaksanakan di sekolah-sekolah dan melibatkan puskesmas di wilayah. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sudah meminta seluruh puskesmas untuk menyampaikan informasi dan edukasi terkait imunisasi khususnya HPV kepada masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak laki-laki usia sesuai sasaran dan ke sekolah.
“Pelaksanaannya Agustus itu sesuai dengan jadwal kesepakatan antara puskesmas dan sekolah. Vaksin HPV aman dan efektif. Sudah melalui uji klinis dan dipakai oleh sebagian besar negara-negara di dunia. Efek samping yang mungkin muncul setelah imunisasi pada umumnya adalah reaksi tubuh yang ringan seperti demam, nyeri dan kemerahan atau pembengkakan di area penyuntikan,” terangnya.
Dia menjelaskan HPV adalah virus yang menyerang permukaan kulit dan selaput lendir. Infeksi HPV kerap ditandai dengan munculnya kutil di berbagai area tubuh, seperti lengan, kaki, mulut, maupun area kelamin. Infeksi HPV bisa menular melalui kontak kulit langsung atau hubungan seksual dengan penderita. Penularan HPV utamanya melalui kontak genital atau bisa melalui transmisi vertikal dari ibu ke anak.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk mendukung pencegahan infeksi HPV dengan mengikuti program imunisasi HPV dari pemerintah. Mengingat jika vaksinasi HPV secara mandiri atau di layanan swasta biayanya berkisar Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta. Dalam program imunisasi HPV ditanggung pemerintah, sehingga masyarakat tidak membayar.
“Kami sudah melakukan kolaborasi dengan lintas sektor dalam penjangkauan sasaran maupun saat pelaksanaan. Keberhasilan program membutuhkan dukungan dan sinergi kita bersama. Kami harap masyarakat mendukung imunisasi HPV ini karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” tambah Endang.
Kota Yogyakarta melaksanakan imunisasi HPV pada anak laki-laki karena masuk wilayah Provinsi DIY yang ditetapkan Kementerian Kesehatan menjadi piloting imunisasi HPV pada anak laki-laki. Endang menegaskan imunisasi HPV di Kota Yogyakarta mulai diberikan sejak tahun 2022 kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD.



