Di dekat Sturgeon Lake, para arkeolog menemukan jejak permukiman penduduk asli Amerika kuno yang diperkirakan berusia hampir 11.000 tahun. Usianya bahkan lebih tua daripada banyak piramida Mesir. Lokasi ini berada di wilayah padang rumput luas, dekat sumber air, hutan kecil, dan jalur migrasi bison purba. Habitat seperti ini sangat ideal bagi manusia awal karena menyediakan air bersih, kayu untuk api, batu untuk alat berburu, serta hewan buruan dalam jumlah besar. Musim panasnya relatif hangat, sementara musim dinginnya sangat dingin, sehingga penduduk kemungkinan membangun tempat tinggal yang kuat dan terorganisir agar bisa bertahan lama di area tersebut.
Yang membuat penemuan ini istimewa adalah para peneliti tidak hanya menemukan bekas perkemahan sederhana, tetapi tanda-tanda komunitas yang benar-benar teratur. Tumpukan arang berlapis menunjukkan api dinyalakan berkali-kali selama bertahun-tahun, sementara alat batu dan tulang bison kuno membuktikan mereka memiliki teknik berburu yang cerdas. Salah satunya diduga menggunakan “buffalo jump”, yaitu menggiring kawanan bison menuju tebing atau jebakan alami agar lebih mudah ditangkap. Ini menunjukkan masyarakat tersebut sudah memahami kerja sama kelompok, pola migrasi hewan, dan cara memanfaatkan lingkungan secara efisien jauh lebih awal daripada yang dulu dipercaya para ilmuwan.
Penemuan ini juga memperkuat sejarah lisan masyarakat adat yang sejak lama mengatakan bahwa leluhur mereka telah hidup dan memiliki hubungan mendalam dengan tanah Amerika Utara selama ribuan tahun.
Sumber: University of Saskatchewan News “11,000-year-old Indigenous village discovered near Sturgeon Lake.”





