Beranda / Nasional Dan Internasional / Sontrot, Sapi 1,05 Ton yang Jadi Kurban Presiden Prabowo

Sontrot, Sapi 1,05 Ton yang Jadi Kurban Presiden Prabowo

Sapi asal Bantul yang akan jadi kurban Presiden Prabowo. Foto: Antara jogja.jpnn.com

 

BANTUL,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan berkurban seekor sapi jenis Simental dengan bobot jumbo mencapai 1,05 ton pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi tersebut dibeli dari seorang peternak lokal di Dusun Salakan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul. Pemilik sapi, Supardiono Sambodo, mengungkapkan rasa syukurnya setelah salah satu ternaknya terpilih melalui proses seleksi ketat oleh tim kepresidenan. Sapi yang diberi nama Sontrot itu dibeli dengan harga Rp 110 juta.

“Sapi kurban yang dipilih Pak Prabowo ini bobotnya 1,050 ton. Jenisnya Simental dan saat ini berusia sekitar tiga tahun,” ujar Supardiono saat ditemui di kandang ternaknya, Jumat (15/5/2026).

Supardiono menjelaskan bahwa Sontrot merupakan hasil branding dan perawatan mandiri sejak masih anakan. Nama unik Sontrot sendiri diambil dari latar belakang profesi sang pemilik yang juga merupakan pedagang ubi. Sebelum resmi terpilih, Supardiono sempat mengusulkan tiga ekor sapi dengan berat yang hampir serupa. Baca Juga: Ratusan Personel Disiapkan untuk Mengawasi Penyembelihan Kurban di Yogyakarta Namun, setelah melalui proses kurasi oleh tim teknis dan mantri hewan, hanya satu ekor yang dinyatakan lolos seleksi sebagai hewan kurban orang nomor satu di Indonesia tersebut. Kondisi kesehatan Sontrot telah dipastikan melalui pemeriksaan berlapis oleh petugas kesehatan hewan, baik dari tingkat daerah maupun pemerintah pusat.

“Petugas kesehatan hewan langsung ke sini melakukan cek kesehatan, pemberian obat cacing, hingga memastikan gigi hewan sudah poel (mencukupi umur). Jadi, sudah dipastikan sehat dan layak,” tuturnya.Sontrot saat ini masih berada di kandang Supardiono dan akan terus dirawat hingga waktu pengantaran menjelang hari pemotongan.

Sejauh ini, pihak peternak belum mendapatkan informasi mengenai lokasi spesifik penyembelihan maupun distribusi daging kurban tersebut. Keberhasilan menembus pasar kepresidenan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Supardiono yang baru memulai usaha peternakannya empat tahun lalu. Ia mengaku tidak menyangka sapinya bisa bersaing dengan peternak-peternak besar lainnya. Ia pun berpesan kepada sesama peternak agar tetap konsisten dan merawat hewan dengan kasih sayang.

“Intinya kami beternak itu, bismillah, harus senang dengan hewan itu sendiri. Kalau kami tidak sayang sama sapinya, bagaimana mau merawatnya dengan baik? Yang penting istikamah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *