UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan 5 paket strategis tahun 2026. Semua paket strategis tahun ini berupa pembangunan fisik yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinas PUPKP) Kota Yogyakarta. Paket strategis yang dikerjakan mulai dari pembangunan gedung sekolah sampai rehabilitasi talud sungai.
Lima paket strategis Pemkot Yogyakarta ditetapkan berdasarkan Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 100 tahun 2026 tentang penetapan paket strategis Pemkot Yogyakarta tahun anggaran 2026. Kelima paket strategis itu meliputi pembangunan SD Negeri Ngabean, pembangunan saluran air hujan (SAH) di Kemantren Kotagede, pemeliharaan berkala trotoar Jalan Sultan Agung, rehabilitasi talud Sungai Winongo di wilayah Pakuncen serta pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa di Gedongkiwo.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemkot Yogyakarta Joko Budi Prasetyo mengatakan jumlah 5 paket strategis yang ditetapkan itu mengikuti aturan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada tahun-tahun sebelumnya jumlah paket strategis yang ditetapkan bisa mencapai 10 paket. Paket strategis Pemkot Yogyakarta sebagian besar sudah masuk di lelang pengadaan secara elektronik (LPSE).
“Yang belum masuk (LPSE) perbaikan berkala trotoar Jalan Sultan Agung. Yang lainnya sudah masuk. Target kami yang trotoar ini Juni masuk,” kata Joko ditemui sebelum rapat koordinasi pengendalian pembangunan Pemkot Yogyakarta, kemarin.
Dia menyatakan penetapan paket strategis itu mempertimbangkan beberapa kriteria antara lain berdampak luas kepada masyarakat dan penunjang visi misi kepala daerah. Pembangunan lima paket strategis itu semuanya menggunakan dana APBD Kota Yogyakarta 2026. Pembangunan SD Negeri Ngabean dengan pagu anggaran senilai Rp 4,5 miliar, pembangunan SAH Kemantren Kotagede Rp 3,08 miliar, pemeliharaan berkala trotoar Jalan Sultan Agung sekitar Rp 2,2 miliar, rehabilitasi talud Sungai Winongo Kelurahan Pakuncen Rp 1,5 miliar serta pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa Gedongkiwo sekitar Rp 1,07 miliar.
“Titik tekannya terutama di pembangunan gedung. Kalau yang lainnya karena pekerjaannya seperti perbaikan berkala trotoar itu bisa dikerjakan dalam waktu bersamaan. Tapi kalau gedung kan harus berurutan,” paparnya.
Sementara itu Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Fakhrul Nur Cahyanto menyampaikan pembangunan gedung SDN Ngabean saat ini dalam proses di LPSE. Gedung SD Negeri Ngabean akan dibangun dua lantai. Saat ini bangunan gedung lama SD Negeri Ngabean sudah mulai dibongkar.
“Sesuai tata kala di LPSE kemungkinan pembangunan awal Juni. Tergantung proses di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa,” ujar Fakhrul saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).
Sedangkan Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase PUPKP Kota Yogyakarta Rahmawan Kurniadi menjelaskan pembangunan SAH di Kemantren Kotagede akan dilakukan di sebagian ruas Jalan Kemasan dan Jalan Nyi Pembayun. Diakuinya SAH di Jalan Kemasan pernah direvitalisasi pada tahun 2020 tapi belum seluruhnya.
“Dulu hanya sampai depan (Kantor) Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta. Sekarang menyambung dengan pekerjaan bidang jalan 2024 Jalan Gedongkuning sampai ke pekerjaan SAH tahun 2020,” tambah Adi.
Untuk rehabilitasi talud Sungai Winongo di Pakuncen dia menyebut lokasinya di utara Jembatan Serangan atau satu jalur dengan pembangunan jalan inspeksi. Talud yang akan dibangun sepanjang sekitar 100 meter. Pembangunan diperkirakan dimulai bulan Juli.