Wirobrajan,REDAKSI17.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, tren pembelian hewan kurban di Kota Yogyakarta mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya sapi menjadi pilihan utama, tahun ini masyarakat cenderung beralih ke kambing dan domba akibat kenaikan harga sapi dan melemahnya daya beli masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat melakukan Pemantauan Pasokan Hewan Ternak Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Iduladha 1447 H di Peternakan UD Segar Farm Pakuncen, Jumat (8/5).

“Harga sapinya sekitar Rp24 juta sampai Rp70 jutaan. Yang paling banyak permintaan itu kisaran Rp25 juta. Tapi memang ada penurunan dan pergeseran dari sapi ke kambing atau domba,” ujar Wawan.

Meski demikian, ia memastikan stok hewan kurban untuk kebutuhan masyarakat Kota Yogyakarta masih aman dan terkendali. Pasokan hewan kurban dipenuhi dari berbagai daerah seperti Madura, Bali, dan wilayah lain di luar Kota Yogyakarta.

“Kalau kebutuhan hewan lokal sendiri memang tidak cukup, sehingga kita mengambil dari Madura, Bali, dan daerah lain. Insyaallah semuanya bisa terpenuhi,” katanya.

Pemantauan hewan menjelang Iduladha

Selain memastikan ketersediaan stok, Pemkot Yogyakarta juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban untuk mengantisipasi penyakit hewan menular seperti antraks.

“Tadi dari Balai Veteriner Wates juga sudah siap untuk cek lab-nya. Jadi semuanya untuk mengantisipasi supaya hewan tersebut layak dipotong,” imbuhnya.

Wawan Harmawan juga menghimbau masyarakat agar tidak terburu-buru membeli hewan kurban dan memilih tempat penjualan yang sudah terpantau kesehatannya.

“Masyarakat tidak perlu buru-buru karena stok terkendali. Cari tempat yang memang sudah terkontrol kesehatan hewannya, sehingga hewan yang dibeli sesuai harapan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi menyebut pergeseran pilihan masyarakat terjadi karena harga sapi mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun lalu.

“Kalau tahun kemarin kisaran Rp19 juta sampai Rp20 juta, sekarang sudah Rp24 juta. Sementara harga kambing cenderung tetap bahkan ada yang turun. Jadi kemungkinan nanti jumlah kambing dan dombanya lebih banyak daripada sapi,” jelas Sukidi.

Menurutnya, secara jumlah pasokan hewan kurban sebenarnya tetap tersedia bahkan cenderung banyak. Namun masyarakat kini lebih memilih hewan kurban dengan harga yang lebih terjangkau.

“Daya belinya sepertinya agak turun. Kalau jumlah hewannya sebenarnya tetap malah banyak, cuma beralih ke kambing,” imbuhnya.

Sukidi menjelaskan, sebagian besar kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta masih dipasok dari luar daerah karena keterbatasan peternakan lokal. Untuk sapi, ketersediaan di dalam kota hanya sekitar 200 ekor. “Paling banyak dari Wonosari, kemudian Bali dan Madura,” katanya.

 

Sukidi menjelaskan, pada Iduladha tahun 2025 lalu tercatat sebanyak 2477 sapi, 1342 kambing, dan 4434 domba dengan total 8253 ekor yang dipotong di luar rumah potong hewan (RPH). Sementara itu prediksinya pada 2026, total keseluruhan hewan sekitar 7952 ekor dengan 600 titik lokasi pemotongan.

Ia menambahkan, pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara rutin, termasuk pada pasar tiban hewan kurban. Setiap hewan yang masuk wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner.

“Sekalipun hewan sudah dilengkapi dua hal itu, tetap kami lakukan pemeriksaan. Petugas dari kami juga akan melakukan pemantauan setiap hari sejak pasar tiban mulai berjualan sampai selesai,” katanya.

Menjelang Iduladha, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga akan menerjunkan petugas pengawasan kesehatan hewan hingga masa Hari Tasyrik. Tahun lalu, sebanyak 120 petugas diterjunkan dari berbagai unsur seperti mahasiswa, ikatan dokter hewan dan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya serta Kementerian Agama Kota Yogya.

Sementara itu, Pengelola UD Segar Farm, Suharsoyo mengungkapkan penjualan sapi tahun ini diprediksi menurun dibanding tahun lalu.

“Kemarin laku 302 ekor. Tahun ini prediksinya mungkin sekitar 250-an ekor karena banyak panitia yang tadinya pesan 10 sekarang turun jadi tujuh atau delapan,” ujarnya.

Saat ini, stok sapi di UD Segar Farm mencapai sekitar 92 ekor dan akan terus ditambah secara bertahap hingga mencapai 250 sampai 300 ekor untuk memenuhi kebutuhan Iduladha.

Ia mengatakan sapi yang dijual berasal dari berbagai jenis seperti Limosin, Metal, PO, Madura, dan Ongole Pagon. Jenis yang paling banyak diminati masyarakat adalah sapi Limosin dengan kisaran harga Rp25 juta hingga Rp30 juta.

“Harga per ekornya naik sekitar Rp1,2 juta sampai Rp1,5 juta dibanding tahun kemarin,” katanya. (Chi)