
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali mengobarkan semangat kolektif masyarakat melalui agenda Kepyakan Gotong Royong yang dipusatkan di Kapanewon Semanu, Jumat, (8/5/2026) Kegiatan ini menjadi simbol sinergitas antara jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur serta ketahanan pangan lokal.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menekankan pentingnya filosofi “Holopis Kuntul Baris”, sebuah istilah yang sering digaungkan oleh Bung Karno untuk menggambarkan kekuatan besar dari kerja kolektif yang dinamis.
“Bahwa pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan harus melalui mobilisasi tenaga semesta yang menyatukan niat baik dari seluruh elemen bangsa.” ujar Bupati tegas.
Sementara itu Panewu Semanu, Anik Suprihatih melaporkan bahwa kegiatan gotong royong kali ini dilaksanakan secara serentak di lima kelurahan dengan fokus pada mitigasi bencana dan aksesibilitas wilayah,
“Kelurahan Pacarejo, dilakukan Pembangunan jalan cor block full sepanjang 119 meter dengan progres mencapai 90%. Jalan ini berfungsi strategis sebagai jalur evakuasi saat terjadi banjir di wilayah tersebut.” papar Anik.

Dilaporkan, di Kelurahan Semanu dilaksanakan Pembuatan drainase pasangan batu di Padukuhan Wareng, untuk mitigasi risiko banjir, dengan progres 40%, di Kelurahan Ngeposari dilakukan Pembangunan drainase di Padukuhan Semuluh Kidul dengan progres 40%.
“Dan Kelurahan Dadapayu & Candirejo dlaksanakan Pembangunan jalan cor block masing-masing sepanjang 110 meter di Padukuhan Mojo dan Jati. Jalur ini merupakan satu-satunya akses penting bagi warga Padukuhan Jati yang selama ini relatif terisolir untuk menjangkau fasilitas umum seperti pasar dan Puskesmas.” tutur Panewu.
Mitigasi Bencana dan Ketahanan Pangan
Lurah Pacarejo, Suhadi menyampaikan apresiasinya atas keberlanjutan program ini. Pada tahun sebelumnya, gotong royong serupa berhasil menuntaskan normalisasi saluran air dan mulut Luweng yang selama ini menjadi penyebab banjir tahunan di lahan pertanian seluas 5 hingga 9 hektar.
“Program ini sangat membantu, yang awalnya selalu ada bencana, alhamdulillah tahun ini tidak kami rasakan lagi,” ungkapnya.
Membangkitkan Kembali Marwah Gotong Royong
Program ini juga dinilai berhasil mengikis budaya “wanipiro” (orientasi pada upah) yang sempat memudarkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Tokoh masyarakat setempat, Mungkarto selaku RW 20, Pacarejo, menyatakan bahwa warga sangat antusias terlibat secara sukarela dalam pengerjaan jalan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap momentum ini dapat terus menjaga jiwa perjuangan warga. Dengan sinergitas yang kuat antara APBD, dana kelurahan, dan tenaga gotong royong masyarakat, diharapkan setiap kesulitan pembangunan di wilayah Gunungkidul dapat teratasi demi kesejahteraan bersama.


