Beranda / Daerah / Stok Kurban Yogya Aman, Pengawasan Hewan Diperketat Jelang Iduladha

Stok Kurban Yogya Aman, Pengawasan Hewan Diperketat Jelang Iduladha

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan stok hewan kurban aman, harga tetap terkendali, serta pengawasan kesehatan hewan diperketat guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis seperti antraks.
TPID DIY bersama TPID Kota Yogyakarta melakukan pemantauan langsung di UD Segar Farm, Pakuncen, Wirobrajan, Jumat (8/5). Pemantauan tidak hanya difokuskan pada pasokan dan harga, tetapi juga memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Yogyakarta dalam kondisi sehat, layak jual, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan kebutuhan hewan kurban masyarakat dipastikan tercukupi meski sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar daerah seperti Gunungkidul, Magelang, Madura hingga Bali. Menurutnya, langkah antisipasi terus diperkuat agar momentum Iduladha tidak memicu lonjakan inflasi maupun munculnya kasus penyakit ternak.
“Yang menjadi perhatian utama bukan hanya ketersediaan stok, tetapi juga kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan terus dilakukan bersama instansi terkait agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang aman dan sehat. Insyaallah kebutuhan tercukupi dan inflasi tetap terkendali,” ujar Wawan.
Harga sapi kurban saat ini berada pada kisaran Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor. Meski mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, kondisi pasar dinilai masih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Pemerintah juga mulai mengantisipasi maraknya pasar tiban hewan kurban dengan menyiapkan surat edaran agar pedagang wajib mengantongi izin penjualan serta rekomendasi dari kelurahan.
“Kami juga mengatur agar lapak penjualan tidak menggunakan aset milik pemerintah. Semua harus tertib dan memenuhi syarat kesehatan hewan,” imbuh Wawan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengungkapkan populasi ternak di Kota Yogyakarta masih sangat terbatas. Saat ini populasi sapi hanya sekitar 200 ekor, sedangkan kambing jumlahnya lebih sedikit lagi. Padahal pada Iduladha tahun lalu, total hewan kurban yang dipotong mencapai 15.777 ekor, baik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) maupun titik pemotongan masyarakat.
“Karena itu Kota Yogya masih bergantung pada pasokan luar daerah. Namun seluruh hewan yang masuk wajib membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner. Pemeriksaan fisik juga dilakukan setiap hari oleh petugas,” jelas Sukidi.
Pengawasan kesehatan hewan pun diperketat menjelang hari penyembelihan. Merujuk pada skema tahun lalu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyiagakan ratusan petugas untuk menyisir kesehatan ternak di berbagai wilayah. Petugas gabungan tersebut melibatkan unsur pemerintah, akademisi, hingga tenaga kesehatan hewan.
“Tahun lalu kami menurunkan 135 petugas saat Iduladha hingga hari tasyrik. Mereka bekerja pagi hingga malam untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur kesehatan,” imbuhnya.
Langkah tersebut diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Gubernur DIY tentang pengendalian inflasi dan peningkatan kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Melalui kebijakan itu, pemerintah kabupaten/kota diminta memperketat pengawasan lalu lintas ternak, meningkatkan vaksinasi, hingga memperkuat pemeriksaan antemortem dan postmortem di lokasi pemotongan hewan kurban.
Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Arya Jodilistyo, memastikan kondisi inflasi DIY hingga saat ini masih terkendali. Bahkan berdasarkan rilis BPS DIY April 2026, DIY masih mengalami deflasi bulanan.
“Momentum Iduladha memang mendorong kenaikan permintaan hewan kurban, tetapi pasokan tetap aman dan distribusi terjaga. Karena itu inflasi masih terkendali,” kata Jodi.
Sementara itu, pengelola UD Segar Farm, Kuncen Sudi Harsoyo, menyebut permintaan hewan kurban mulai meningkat signifikan mendekati Iduladha. Saat ini kandangnya menyiapkan puluhan sapi dari Madura, Pamekasan hingga wilayah DIY dengan jenis paling diminati masyarakat yakni sapi PO dan Madura.
“Harga tahun ini naik sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per ekor. Yang paling dicari masyarakat kisaran Rp24 juta sampai Rp25,5 juta. Semua sapi sudah rutin diperiksa dokter hewan dan dilakukan vaksinasi,” pungkasnya.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *