Beranda / Daerah / Sri Sultan Harapkan Psikologi Kebencanaan Jadi Perhatian HIMPSI

Sri Sultan Harapkan Psikologi Kebencanaan Jadi Perhatian HIMPSI

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada Jumat (08/05). Dalam pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta ini, Sri Sultan berharap organisasi induk profesi psikologi di Indonesia ini dapat lebih memperhatikan cabang ilmu psikologi kebencanaan.

Demikian yang diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, usai bertemu dengan Sri Sultan. Menurut Andik, audiensi ini dilakukan untuk mengundang Sri Sultan sebagai pembicara kunci pada Kongres ke-15 HIMPSI yang akan diadakan di Yogyakarta pada 15-18 Oktober 2026.

“Salah satu saran dari Ngarsa Dalem adalah bagaimana psikologi berperan dalam konteks kebencanaan. Karena negara kita juga negara yang banyak terjadi bencana. Dan Jogja sudah memberikan sebuah gambaran, apa yang dilakukan oleh Pemda DIY selama ini bisa digunakan sebagai bagian penting, bagaimana menyelesaikan masalah-masalah psikologi kebencanaan,” imbuhnya.

Andik menambahkan, Sri Sultan juga memberi masukan agar HIMPSI bisa mempertimbangkan tentang bagaimana membangun ketangguhan psikologi pada masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Indonesia timur. “Kami diminta bagaimana dapat meningkatkan motivasi, meningkatkan produktivitas dari masyarakat di wilayah timur sana,” katanya.

Terkait Kongres ke-15 HIMPSI, Andik menuturkan, tema besar kongres kali ini terkait dengan keberagaman. Menurutnya, bagaimana psikologi bisa dirajut dalam keberagaman agar dapat membangun ketangguhan bangsa dalam kompetisi global. Kongres ini nantinya akan kedatangan 37 HIMPSI wilayah dari 37 provinsi di Indonesia, 22 asosiasi dan ikatan psikologi lainnya, serta akan ada tamu dari asosiasi psikologi Amerika, negara-negara ASEAN, negara-negara BRICS dan Asia Pasifik.

“Tema ini diangkat karena memang sekarang ini keberagaman menjadi bagian yang penting untuk menyukseskan program-program pemerintah, karena kita terdiri dari beragam budaya dan kultur. Dan tidak hanya dalam konteks itu, kami juga menyangkutpautkan keberagaman dalam konteks global, misalnya kami juga menjadi anggota organisasi psikologi di ASEAN, di Asia Pasifik, dan juga di dunia,” paparnya.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *