MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Kejuaraan Hip Hop POCA Dance 2026 Trophy Wali Kota Yogyakarta yang berlangsung di Pohon Cahaya Yogyakarta, Jumat (8/5). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-17 PT Pohon Cahaya.
Kejuaraan Hip Hop POCA Dance 2026 diikuti sebanyak 43 peserta dari berbagai kelompok usia diantaranya kategori usia U-8 tahun, U-10 tahun, U-12 tahun, U-16 tahun hingga kategori umum. Ajang ini menjadi wadah bagi para penari muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam cabang olahraga dancesport, khususnya hip hop dance.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara khususnya IODI DIY atas terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Menurutnya, kejuaraan hip hop bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi, ruang tumbuh, sekaligus ruang pembentukan karakter bagi generasi muda.
“Saya mendoakan adik-adik kita ini sukses dan membawa nama baik Kota Yogyakarta dan DIY ke Porda maupun PON,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagai Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya akan selalu terbuka terhadap perkembangan kreativitas anak muda, termasuk di bidang seni pertunjukan dan olahraga dancesport.
“Kalau anak-anak muda memiliki wadah yang positif, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang produktif dan mampu membawa nama daerah dengan prestasi-prestasi membanggakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IODI DIY, Sasongko Iswandaru mengatakan, dancesport menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di DIY. Menurutnya, prestasi dancesport DIY cukup membanggakan, termasuk pada ajang PON 2024 di Aceh-Medan.
“Pada PON 2024 di Aceh-Medan, kami mendapatkan dua medali emas, lima perak, dan dua perunggu. Khusus hip hop, yang paling kuat di Porda adalah Kota Yogyakarta karena selalu mendapatkan emas,” ujarnya.
Ia berharap melalui banyaknya event seperti Kejuaraan Hip Hop POCA Dance 2026, kemampuan para atlet akan semakin berkembang karena terus berlatih dan berkompetisi.
“Kalau event diperbanyak, mereka akan terus latihan. Saya yakin kalau terus diasah, kita bisa berbicara di tingkat nasional. Hip hop yang paling kuat saat ini memang Jawa Timur, tetapi saya optimistis DIY juga bisa bersaing di PON mendatang,” katanya.