Gebyar Hardiknas Cokrodiningratan Dorong Pendidikan, Budaya dan Kepedulian Sosial

Jetis,REDAKSI17.COM – Kelurahan Cokrodiningratan menggelar Gebyar Hari Pendidikan Nasional pada Minggu (17/5/2026) dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari lomba menggambar dan mewarnai anak, donor darah hingga pemberdayaan UMKM warga melalui Pasar Remen Kober.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan berbasis warga seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Wawan menyebut, Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini terus berupaya menekan berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan, pengangguran dan stunting. Ia mengungkapkan jumlah pengangguran ber-KTP Kota Yogyakarta saat ini sekitar 2.336 orang, sedangkan lebih dari 10 ribu lainnya merupakan pendatang atau urbanisasi yang masuk ke Kota Yogyakarta dengan status pengangguran.

“Urbanisasi yang masuk ke kota ini menjadi tantangan bersama. Kegiatan-kegiatan masyarakat seperti ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang produktif dan positif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda, terutama dalam pengawasan penggunaan telepon genggam oleh anak-anak agar tumbuh sesuai nilai budaya lokal dan lingkungan sosial yang baik.

“Kami berharap generasi muda dididik dengan baik dan penggunaan handphone juga dicermati oleh orang tua sehingga anak-anak bisa tumbuh berkembang dan tetap mengikuti budaya lokal,” katanya.

Selain itu, Wawan mengapresiasi berbagai gerakan sosial yang tumbuh dari masyarakat, termasuk kegiatan donor darah yang digelar dalam acara tersebut. Menurutnya, gerakan sosial dari akar rumput perlu terus didukung karena mampu memperkuat solidaritas warga.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan capaian penurunan angka stunting di Kota Yogyakarta. Saat awal masa kepemimpinan, angka stunting berada di angka 14,8 persen dan hingga akhir 2025 berhasil turun menjadi 8,6 persen. Pemkot Yogyakarta menargetkan angka tersebut dapat turun menjadi sekitar 5 hingga 6 persen pada akhir tahun 2026.

Sementara itu, Lurah Cokrodiningratan Mohammad Roman Feiruz mengatakan kawasan tersebut secara rutin menggelar Pasar Remen Kober setiap akhir pekan pada minggu pertama dan ketiga. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 30 UMKM warga setempat serta partisipasi aktif pemuda dan anak-anak.

“Kelompok Cokrodiningratan Bersatu atau Kober selama ini menjadi penggerak berbagai kegiatan warga. Pada Gebyar Hardiknas ini ada lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak serta donor darah,” jelasnya.

Roman menambahkan, kegiatan masyarakat di wilayahnya juga didukung nilai sejarah yang kuat. Salah satunya keberadaan gedung SMA Negeri 11 Yogyakarta yang menjadi lokasi berlangsungnya Kongres pertama Budi Utomo pada 3–5 Oktober 1908.

Menurutnya, keberadaan situs sejarah tersebut menjadi pengingat pentingnya pendidikan, kebangkitan nasional dan semangat gotong royong yang terus dijaga masyarakat Cokrodiningratan hingga saat ini.