
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Memperingati Milad ke-83 sekaligus bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 2026, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan rangkaian kegiatan bakti sosial di Griya Cendekia Playen, Kabupaten Gunungkidul, Rabu, 20 Mei 2026. Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam kegiatan tersebut, UII menyerahkan sejumlah bantuan strategis, di antaranya mesin pencacah pisang untuk kelompok UMKM binaan guna memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Selain itu, dilaksanakan pula penyaluran paket sembako, bantuan pendidikan bagi para santri, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, dalam sambutannya menekankan bahwa UII lahir 40 hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 8 Juli 1945. Sejarah mencatat UII sebagai institusi yang melahirkan banyak perguruan tinggi besar di Indonesia, seperti UIN Sunan Kalijaga, UNY, dan fakultas-fakultas di berbagai universitas negeri lainnya.
“Kini, dengan lebih dari 30.000 mahasiswa, UII terus mengabdikan diri melalui program KKN tematik yang melibatkan 5.000 hingga 6.000 mahasiswa setiap tahunnya.” papar Rektor UII.
Di Gunungkidul, fokus pengabdian diarahkan pada pendampingan ekonomi desa, penanganan stunting, hingga rencana pengembangan sekolah keluarga untuk memperkuat ketahanan mental masyarakat guna menekan angka perceraian dan kasus bunuh diri di wilayah tersebut. Kegiatan dipusatkan di Griya Cendekia Playen, sebuah pusat pendidikan tahfiz yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 1.800 meter persegi.
Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Badan Wakaf UII, Drs. Aden Wijdan Syarief Zaidan, menjelaskan bahwa pusat ini saat ini membina sekitar 200 santri dan telah mencetak lebih dari 600 alumni.
“Griya Cendekia diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam membantu menangani isu-isu krusial di Gunungkidul, termasuk pencegahan putus sekolah dan bimbingan belajar bagi warga sekitar.” ujar Dr. Aden Widjan.
Momentum ini juga menonjolkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memaparkan fokus utamanya saat ini dalam menangani kasus bunuh diri di Gunungkidul, mendengar paparan dari Rektor UII terkait fokus pengabdian mahasiswa sebagai salah satu garda dalam membantu pengentasan pendidikan serta pencegahan kasus bunuh diri, Ia mengaku senang dan mengapresiasi pihak UII.
“Diharapkan kolaborasi pentahelix ini dapat meberikan dampak yang signifikan dalam mengatasi pengentasan kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul, karena saat ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah.” ujar Bupati.
Peringatan Milad ke-83 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin kerja sama antara UII dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi langkah berkelanjutan dalam “memperbaiki nasib” masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang adaptif terhadap tantangan zaman.


