Sleman,REDAKSI17.COM – Aksi mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menuntut keadilan bagi korban kekerasan seksual yang melibatkan dosen menjadi sorotan besar.
Ratusan mahasiswa memenuhi gedung rektorat hingga lantai tiga, memasang spanduk, membakar kertas dan kardus, serta menebar potongan kertas dan kembang tujuh rupa sebagai simbol protes.
Ketua BEM KM UPN “Veteran” Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, menegaskan aksi ini bertujuan menagih komitmen Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) dan pihak rektorat dalam menyelesaikan kasus pelecehan seksual.
Berdasarkan data mahasiswa, terdapat 8 dosen dari berbagai fakultas yang diduga melakukan kekerasan seksual, dengan modus relasi kuasa antara dosen dan mahasiswi.
“Rata-rata mahasiswi tingkat akhir takut bersuara karena ancaman nilai, skripsi, atau penelitian tidak berjalan. Ada juga yang mengalami pelecehan di kelas maupun forum terbuka,” ujar Risyad, Rabu (20/5/2026).
Kemarahan mahasiswa semakin besar karena kasus ini disebut sudah terjadi sejak 2013, dengan bentuk kekerasan fisik maupun verbal. Bahkan, mahasiswa mengaku memiliki bukti berupa video dosen melontarkan candaan seksis di kelas.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta yang menemui massa aksi menyatakan komitmen untuk menuntaskan kasus ini. “Saya ikut prihatin. Kita sepakat menjaga institusi ini dari tindakan kekerasan seksual. Kita sedang mencari solusi atas apa yang terjadi,” tegasnya.





