Jakarta,REDAKSI17.COM – Pidato Prabowo di DPR hari ini menjadi bukti jalan yang dipilih Megawati memimpin PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan sudah tepat.
Mega menjaga martabat PDI Perjuangan dengan anggun & bijaksana.
Bukan sekali dua kali tawaran bergabung ke pemerintahan itu datang ke Mega, tapi kekuasaan baginya bukan tujuan tapi jalan untuk mensejahterakan rakyat.
Mega & PDI Perjuangan punya sejarah yang panjang dalam lintasan politik nasional.
Prinsip berpolitik & keteguhannya lahir dari pengalaman dengan fragmen penderitaan. Mulai dari: dikucilkan, dihina, ditekan & diremehkan.
Mega terus bertahan. Jika ia terjatuh, ia bangkit. Jika ia sedih, ia menangis. Jika ia diremehkan, ia mencoba melakukan yang terbaik untuk negeri.
Satu-satunya yang tak pernah dilakukan Mega adalah menyerah.
Pengalaman ini menjadi kunci ketahanan politiknya. Di masa Orde Baru dengan penuh tekanan saja ia bertahan, apalagi ia punya kader 110 anggota DPR RI, ribuan anggota DPRD & ratusan kepala daerah.
Pilihan politik Mega itu sifatnya ideologis. Meski secara teknis bergabung ke pemerintahan dengan penempatan kader duduk di kabinet menunguntungkan tapi bagi Mega ada yang lebih besar yaitu kehormatan.
Jika partainya & kader yang diusungnya menang maka ia akan menjalankan amanah memerintah, sebaliknya jika kalah di Pemilu maka ia ambil pilihan menjadi partai penyeimbang.
Secara pribadi ia tak punya masalah dengan Prabowo. Ada perkawanan panjang di antara keduanya sejak puluhan tahun lalu.
Namun, soal kerangka berbangsa & bernegara, Mega berani mengambil sikap yang berbeda dengan Prabowo.
Memahami politik Mega membutuhkan kedewasaan. Jika tidak maka akan selalu hadir narasi sesat yang menyudutkan.
Bayangkan, demo Agustus 2025 lalu, PDI Perjuangan mendapatkan fitnah dengan narasi sesat sebagai pihak yang berada dibelakang layar pemicu kerusuhan.
Padahal tidak. Narasi itu fitnah & hoaks. Kala itu Prabowo mendapatkan bisikan dari bawahannya.
Sikap yang diambil Mega adalah melakukan klarifikasi ke Prabowo. Terlepas Prabowo akan percaya atau tidak, tapi yang pasti Mega dalam bernegara tidak pernah berbohong.





