Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta bersama TNI, Polri, DPRD, Baznas, dan masyarakat kembali diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026. Selama 30 hari pelaksanaan, berbagai pembangunan fisik dan kegiatan pemberdayaan masyarakat berhasil diselesaikan 100 persen di wilayah Kemantren Tegalrejo.

Keberhasilan program tersebut ditandai dengan Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Halaman Balai Kota Yogyakarta, Kamis (21/5), dengan Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono sebagai inspektur upacara.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan program TMMD menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“TMMD ini sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Kami dari Pemerintah Kota Jogja sekaligus mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih karena kegiatan ini terus berjalan dan sangat membantu warga,” ujarnya.

Menurut Yunianto, hasil pembangunan yang telah ditinjau langsung bersama jajaran Pemkot menunjukkan dampak positif bagi penerima manfaat.

“Saya langsung bertemu dengan warga penerima manfaat dan mereka merasa sangat senang serta berterima kasih atas bantuan yang diberikan TNI bersama pemerintah,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, TMMD menyasar pembangunan talud permukiman sepanjang 20 meter dengan tinggi 5 meter, rehabilitasi satu unit TK, serta perbaikan 10 rumah tidak layak huni (RTLH). Seluruh sasaran fisik rampung sesuai target.

Selain pembangunan fisik, program TMMD juga menghadirkan berbagai penyuluhan bagi masyarakat, mulai dari kesehatan dan stunting, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga sosialisasi rekrutmen prajurit TNI.

Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono menyampaikan seluruh sasaran TMMD dapat diselesaikan tepat waktu berkat dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

“Alhamdulillah TMMD Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Kota Yogyakarta bisa selesai 100 persen,” katanya.

Arif menegaskan TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Program TMMD mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’. Ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi terpadu dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Kami berharap agar apa yang sudah diperbuat ini bisa bermanfaat buat masyarakat, dan tentunya sesuai dengan komitmen kami, kami akan selalu membersamai, mendukung program-program dari Pemerintah Kota. Terutama untuk memajukan ya Kota Jogja dan meningkatkan kehidupan masyarakat Kota Jogja,” ungkap Arif.

Program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 didukung anggaran sebesar Rp525 juta yang berasal dari APBD Provinsi DIY sebesar Rp75 juta, APBD Kota Yogyakarta sebesar Rp400 juta, serta Baznas Kota Yogyakarta sebesar Rp50 juta.

Salah satu penerima manfaat program RTLH, Katarina Sunarjanah, mengaku kondisi rumahnya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ia menyebut sebelum dilakukan rehabilitasi, kondisi atap rumah bocor dan sejumlah bagian bangunan sudah rapuh.

“Dulu bocor total. Kalau hujan bocor, kayu-kayu sudah keropos. Sudah diganti,” ungkap Katarina.

Dalam rehabilitasi rumah tersebut dilakukan penggantian atap, pintu dan jendela, pemasangan besi penguat dinding, pembuatan skat kamar, serta pengecatan rumah.

“Sudah diperbaiki, sudah tidak bocor lagi, sudah nyaman ditinggali,” katanya.