UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) mendapat penghargaan atas komitmen dalam implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan sehingga meraih capaian tertinggi se-Indonesia pada tahun 2026. Penghargaan itu dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemkot Yogyakarta berkomitmen menerapkan SPM dan berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Adapun Indeks SPM pendidikan Kota Yogyakarta mendapat skor 92,53 kategori tuntas utama dan meraih peringkat I dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Penghargaan capaian SPM pendidikan itu diserahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Atip Latipulhayat kepada Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori. Penghargaan diserahkan pada kegiatan Apresiasi Pendidikan Jogja 2026 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (21/5/2026). Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga hadir memberikan sambutan kegiatan Apresiasi Pendidikan Jogja 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori atas implementasi SPM Pendidikan Kota Yogyakarta yang meraih capaian tertinggi se-Indo nesia.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersyukur atas capaian SPM pendidikan yang didapat Kota Yogyakarta. Hasto mengatakan pada tahun lalu Kota Yogyakarta berada di peringkat 4. Hasto lalu mengumpulkan semua pihak terkait untuk berupaya menaikkan variable-variabel terkait SPM pendidikan. Namun pihaknya menegaskan atas capaian itu tidak boleh bangga berlebihan, tapi harus betul-betul diimplementasikan dalam praktik pendidikan yang bermutu.

“Kami bersyukur capaian SPM (pendidikan) kami terbaik se-Indonesia. Tentu tidak berhenti sampai di situ. Kami berharap jangan hanya bangga dengan angka yang tinggi, tapi seperti pesan Pak Wamen mutu pendidikannya harus bagus. Semua harus bermutu, tidak hanya siswanya, gurunya, tapi kita semua harus bermutu,” kata Hasto ditemui usai kegiatan Apresiasi Pendidikan Jogja 2026.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat sambutan dalam kegiatan Apresiasi Pendidikan Jogja 2026.

Hasto menyebut indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Yogyakarta cukup tinggi, yaitu 89,53. Kontribusi IPM itu antara lain rata-rata lama sekolah 12-13 tahun dan harapan lama sekolah 17,67 tahun. Ini yang berkontribusi terhadap IPM. Namun demikian diakuinya ada pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta keterampilan anak-anak sekolah dan generasi muda. Mengingat Kota Yogyakarta hanya punya sumber daya manusia (SDM), tidak punya sumber daya alam.

“Oleh karena itu kami tentu dengan pendidikan ini sangat fokus untuk bagaimana meningkatkan kualitas SDM yang produktif. Yogya saya kira penting sekali untuk kita memperhatikan bagaimana pendidikan yang bermutu dan sekaligus karakter yang baik. Kami berharap Kota Yogya bisa menghasilkan sumber daya yang unggul dan kami ingin Kota Yogyakarta itu menjadi center of excellence, menjadi center of referral,” terangnya.

Sementara itu Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Atip Latipulhayat mengapresiasi atas capaian penyelenggaraan pendidikan di Kota Yogyakarta selama ini di atas rata-rata nasional. Atip menegaskan Kemendikdasmen memiliki visi dan misi, semua program diarahkan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu. Hal itu sesuai tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tetap menghadirkan pendidikan yang bermutu. Diakuinya akses pendidikan bermutu belum memenuhi harapan semua. Oleh sebab itu pihaknya mengajak untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan berkualitas dengan guru dan kebijakan yang harus bermutu.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan di Kota Yogyakarta ini atas capaian penyelenggaraan pendidikan. Dan itu dibuktikan dengan capaian hasil TKA (tes kemampuan akademik) tertinggi secara nasional. Ini membuktikan kebijakan, pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, begitu juga para UPT Kementerian Dikdasmen di Yogyakarta ini sudah tepat,” tambah Atip ditemui usai Apresiasi Pendidikan Jogja 2026.

Sedangkan Kepala BPMP DIY Mohammad Adi Hartono menyampaikan Apresiasi Pendidikan Jogja adalah puncak rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diadakan BPMP DIY. Dia menyatakan kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam berkolaborasi, berkonsolidasi, bersinergi guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua di DIY. Pada tahun ini Apresiasi Pendidikan Jogja mengusung tema semesta Jogja, wujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan deklarasi komitmen bersama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan inklusif  serta tanpa diskriminasi.

“Tema ini menjadi sangat penting dan relevan. Tema ini mengandung pesan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah, tapi menjadi urusan bersama, menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Jogja semesta berarti seluruh komponen bangsa yang ada di Jogja ini bergerak bersama dalam satu tujuan yang mulia, yaitu memastikan setiap anak Indonesia, khususnya DIY memperoleh hak pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif,” pungkas Adi.