
Tegalrejo,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program bedah rumah. Kali ini, program tersebut menyasar dua rumah warga di wilayah Kemantren Tegalrejo, yakni rumah milik Parsilah, warga RW 05 Kelurahan Tegalrejo, dan rumah milik Sugeng Widodo, warga RW 03 Kelurahan Karangwaru, pada Minggu (31/5/2026).
Kegiatan bedah rumah tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir untuk meninjau kondisi rumah sekaligus memastikan proses pelaksanaan bantuan berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto menjelaskan bahwa kedua rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah ini mendapatkan dukungan pendanaan dari berbagai pihak. Salah satu sumber utama bantuan berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta.
“Masing-masing rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta dari Baznas Kota Yogyakarta. Selain itu, ada tambahan dukungan dari OPD pendamping, yaitu Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta, serta bantuan dari umat Kristiani di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Menurut Hasto, program bedah rumah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di rumah yang aman, sehat, dan layak huni. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang kondisinya memerlukan penanganan segera.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi kedua rumah yang mendapatkan bantuan kali ini memang sudah sangat memprihatinkan. Bahkan salah satu rumah yang ditempati Parsilah dinilai berada dalam kondisi yang sangat rentan dan membahayakan penghuninya.
“Rumah Bu Parsilah kondisinya sudah sangat memerlukan perbaikan. Beberapa bagian bangunan sudah rapuh dan hampir rubuh. Karena itu bantuan ini harus segera dilaksanakan agar penghuni dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, rumah milik Sugeng Widodo juga dinilai sudah tidak memenuhi standar kelayakan hunian. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat faktor usia dan keterbatasan kemampuan ekonomi pemilik untuk melakukan renovasi secara mandiri.
Hasto menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan. Ia mengapresiasi peran Baznas Kota Yogyakarta, perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menghimpun bantuan.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program-program sosial di Kota Yogyakarta. Dengan keterlibatan berbagai pihak, proses perbaikan rumah dapat dilakukan lebih cepat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga penerima bantuan.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika ada dukungan dari Baznas, perangkat daerah, komunitas keagamaan, dan masyarakat, maka program kemanusiaan seperti bedah rumah dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Parsilah, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Yogyakarta dan berbagai pihak. Ia mengatakan selama ini kondisi rumah yang ditempatinya bersama keluarga memang sudah memprihatinkan dan membuat dirinya khawatir, terutama saat hujan maupun angin kencang.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, Baznas, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini memang sudah lama rusak dan beberapa bagian bangunannya sudah rapuh. Kalau hujan deras, saya sering khawatir karena takut ada bagian rumah yang roboh. Alhamdulillah sekarang mendapat bantuan untuk diperbaiki,” ujar Parsilah.
Ia berharap setelah rumahnya selesai direnovasi, keluarganya dapat tinggal dengan lebih aman, nyaman, dan sehat.
“Semoga setelah diperbaiki rumah ini menjadi lebih layak untuk ditempati. Saya juga mendoakan semua yang sudah membantu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah,” tambahnya.
