UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menghadirkan ruang promosi yang lebih strategis dan dekat dengan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar kegiatan UMKM di lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga, bukan hanya di lingkungan Kelurahan atau Kemantren.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Gebyar UMKM Kelurahan Semaki yang untuk pertama kalinya digelar di kawasan Mandala Krida, Minggu (12/7). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.
Wawan mengatakan konsep penyelenggaraan UMKM di lokasi yang ramai pengunjung seperti Mandala Krida perlu terus dikembangkan karena mampu mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli secara langsung.
“Ini merupakan langkah yang baik. Harapannya ke depan penataannya semakin baik sehingga UMKM lebih tertata, produknya sesuai dengan kebutuhan pengunjung, dan tidak mengganggu aktivitas olahraga yang berlangsung di Mandala Krida,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan UMKM tidak hanya ditentukan oleh banyaknya peserta, tetapi juga kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan pasar. Mengingat mayoritas pengunjung Mandala Krida datang untuk berolahraga, produk yang dijual juga perlu menyesuaikan karakter pengunjung.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat meresmikan Gebyar UMKM Kelurahan Semaki, Minggu (12/7).

“Yang hadir di sini kebanyakan orang yang ingin berolahraga. Maka makanan, minuman sehat maupun perlengkapan olahraga tentu lebih dibutuhkan. Produk yang dijual harus mengikuti kebutuhan pelanggan, jangan dipaksakan menjual sesuatu yang tidak sesuai dengan pasar,” jelasnya.
Wawan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kawasan Mandala Krida. Mengingat kegiatan Gebyar UMKM hanya berlangsung pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, seluruh peserta diminta bertanggung jawab membersihkan area setelah kegiatan selesai.

Tak sekedar hadir, Wawan Harmawan juga ikut Nglarisi dagangan UMKM Kelurahan Semaki.

“Setelah acara selesai, tempat harus kembali bersih tanpa sampah. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik Kelurahan Semaki maupun seluruh pelaku UMKM. Kebersihan harus menjadi perhatian agar kegiatan ini bisa terus berlangsung,” katanya.
Wawan berharap model pemasaran seperti ini dapat diterapkan di berbagai wilayah Kota Yogyakarta. Menurutnya, setiap kelurahan memiliki potensi UMKM yang berbeda dan perlu dipromosikan di lokasi yang memiliki lalu lintas masyarakat tinggi.
“Gebyar UMKM jangan hanya diadakan di kantor kelurahan atau kemantren karena yang datang biasanya hanya teman-teman sendiri. Akan lebih efektif jika diselenggarakan di tempat yang memang banyak orang berkumpul. Setiap wilayah harus mampu menonjolkan potensi UMKM sesuai keunggulannya,” ungkapnya.

Suasana Gebyar UMKM di Mandala Krida.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM, Anto atau yang akrab disapa Tompi, mengaku merasakan manfaat besar dari penyelenggaraan Gebyar UMKM tersebut. Penjual Soto Batok asal Semaki yang telah menjalankan usahanya selama sekitar dua tahun itu mengaku dagangannya laris pada pelaksanaan perdana kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah pada event ini penjualannya sangat baik. Target kami sudah tercapai sekitar 80 persen. Kami menyiapkan 100 porsi dan tinggal sekitar 20 porsi,” ujarnya.
Ia berharap, Gebyar UMKM dapat menjadi agenda rutin setiap Minggu di Mandala Krida sehingga menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha lokal.

Wawan Harmawan saat menyambangi UMKM soto batok milik Anto.

“Harapan kami kegiatan seperti ini terus berlanjut. Ini menjadi wadah untuk mengenalkan produk kepada masyarakat. Jadi selain berjualan di tempat usaha masing-masing, kami juga punya ruang promosi bersama yang bisa membantu memajukan UMKM,” katanya.