Beranda / Kota Jogja / Hasto: JLFR Tidak Boleh Masuk Malioboro

Hasto: JLFR Tidak Boleh Masuk Malioboro

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo akhirnya angkat bicara terkait polemik pelarangan pesepeda Jogja Last Friday Ride (JLFR) memasuki kawasan Malioboro. Ia memastikan tetap menutup akses bagi kegiatan bersepeda massal selama belum tertib dan terkoordinasi dengan baik. Kebijakan ini diambil untuk menjaga ketertiban lalu lintas serta kenyamanan ruang publik.

Sebab menurut Hasto, aktivitas bersepeda pada Jumat malam setiap akhir bulan itu tidak jarang mengganggu arus lalu lintas. Sebab jumlahnya sangat besar dan tidak terduga. “Tindakan kami itu menutup jalan untuk tidak dilalui secara temporer,” tegas Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja Rabu (8/7).

Keputusan menutup pintu masuk bagi pesepeda ini, lanjutnya, untuk memastikan kenyamanan ruang publik. Terlebih jumlah aparat yang minim di area Malioboro. “Kalau kita dikeroyok sepeda tanpa aturan, tidak ada koordinasi, kan sulit sekali. Maka kita menutup jalur-jalur tertentu hanya pada saat itu saja,” dalihnya.

Hasto sadar, JLFR merupakan gerakan yang cair dan tidak memiliki struktur kepengurusan. Namun dia berharap, agar pentolan gerakan tersebut bisa membuat koordinasi yang lebih baik agar kegiatannya teratur.

“Kami berharap bersepedanya terkoordinasi dengan baik dan tidak menyerbu di ruang-ruang publik yang padat, seperti di core zone dan buffer zone,” pesannya.

Diketahui, polemik ini terjadi pada 26 Juni 2026 saat JLFR ke-194. Pesepeda yang berusaha masuk ke kawasan Malioboro dihadang oleh aparat.

Kasatlantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat menuturkan, Kebijakan itu, menurutnya, diambil untuk menjaga ketertiban lalu lintas serta kenyamanan ruang publik. Perihal gangguan kemacetan, ketidaktertiban, hingga perilaku yang tidak beretika di jalan oleh para peserta JLFR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *