Beranda / Daerah / DIY Raih Dua Prestasi, Sri Sultan Ingatkan Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

DIY Raih Dua Prestasi, Sri Sultan Ingatkan Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

Sleman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menorehkan catatan positif dengan berhasil menjadi Provinsi Terbaik II pada 2 kategori berbeda yaitu Pengendalian Inflasi dan Penurunan Tingkat Pengangguran. Meski begitu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan, penghargaan yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sri Sultan saat memberikan sambutan di acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali, di Hotel Marriott Yogyakarta, Sleman, pada Kamis (04/06) malam. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menjadi ajang penilaian sekaligus pemberian apresiasi kepada pemerintah daerah dari tingkat provinsi, kota, hingga kabupaten yang menunjukkan kinerja terbaik dalam berbagai indikator pembangunan daerah.

“Prestasi adalah titik pijak, bukan titik akhir. Penghargaan malam ini bukan penanda berakhirnya tugas, melainkan penegasan bahwa tanggung jawab yang lebih besar sedang menanti,” ujar Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan sekadar pada penghargaan yang berhasil diraih, melainkan kesejahteraan yang dapat langsung dirasakan masyarakat. “Sebab pada akhirnya ukuran terdalam dari prestasi pemerintahan tidak berhenti pada piagam penghargaan. Melainkan pada harga yang lebih terkendali, kesempatan kerja yang lebih terbuka, kemiskinan yang semakin berkurang, dan anak-anak yang tumbuh lebih sehat,” tegas Gubernur DIY.

Melalui program tersebut, Sri Sultan berharap pemerintah daerah di seluruh Indonesia dapat termotivasi, bahwa di tengah berbagai keterbatasan dan kompleksitas tantangan, pengabdian kepada rakyat tetap dapat menghasilkan prestasi. Mengingat, tata kelola pemerintahan yang terstruktur dengan baik merupakan investasi jangka panjang yang akan meninggalkan bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Apa yang telah Bapak dan Ibu lakukan di masing-masing daerah bukan hanya prestasi, melainkan inspirasi nyata bagi Indonesia. Bahwa di tengah segala keterbatasan dan kompleksitas tantangan, pengabdian kepada rakyat masih mampu menghasilkan capaian yang membanggakan,” jelas Sri Sultan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian berbagi cerita terkait inovasi pada penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, pembagian apresiasi ke dalam beberapa kelompok daerah dilakukan untuk menciptakan persaingan yang lebih adil dan proporsional antardaerah.

“Jadi kita tidak lagi melakukan iklim kompetitif tingkat nasional, nanti daerah-daerah yang kecil akan kalah dengan daerah-daerah yang besar karena memiliki kemampuan fiskal dan lain-lain,” pungkas Tito.

Tito menambahkan, perlombaan antardaerah tersebut mempertandingkan empat kategori, yakni penurunan tingkat pengangguran, pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan dan stunting, serta creative financing. Ia memastikan seluruh penilaian dilakukan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI yang terverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini 4 kategori kita pertandingan dan akan berlanjut terus. Tapi nanti mungkin topiknya berbeda, bisa saja topiknya nanti mungkin kota bersih atau mungkin pengelolaan layanan publik dan lain-lain,” lengkap Tito.

Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah memberikan insentif fiskal kepada para pemenang, dengan rincian Rp3 miliar untuk juara pertama, Rp2 miliar untuk juara kedua, dan Rp1 miliar untuk juara ketiga. Pada gelaran tersebut, dua kabupaten dari DIY turut menorehkan prestasi. Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan kabupaten terbaik kedua pada kategori Creative Financing tingkat kabupaten, dan Kabupaten Kulon Progo dengan meraih predikat terbaik pertama pada kategori penurunan tingkat pengangguran tingkat kabupaten.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *