Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggalakkan kegiatan kerja bakti rutin setiap hari Jumat sebagai upaya menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan kegiatan kerja bakti tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun budaya ASN yang pro terhadap lingkungan (pro-environment).
“Kerja bakti ini menumbuhkan budaya ASN yang pro-environment seperti yang selalu digaungkan Wali Kota Yogya,” ujar Rajwan saat dikonfirmasi, Jumat (5/6).
Ia menjelaskan, saat ini kegiatan kerja bakti telah dilaksanakan secara rutin di 150 titik yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta. Sasaran utama pembersihan meliputi rumput liar, sampah, serta tumpukan daun kering yang berpotensi mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan.
Menurut Rajwan, program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kondisi kota. Salah satu hasil yang terlihat adalah lingkungan Kota Yogyakarta yang semakin bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Hasil yang sudah dicapai, kondisi Kota Yogyakarta terlihat lebih bersih, indah, dan nyaman,” katanya.
Untuk meningkatkan efektivitas program, Pemkot Yogyakarta berencana memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembersihan. Ke depan, pembersihan rumput liar dan sampah daun kering akan melibatkan pemilik rumah, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat yang berada di lokasi kerja bakti.
“Ini mengajak masyarakat untuk turut peduli terhadap lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.

Selain itu, Rajwan mengungkapkan pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap 150 titik kerja bakti yang selama ini menjadi sasaran kegiatan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan pergeseran atau penyesuaian lokasi kerja bakti agar lebih tepat sasaran.
“Saat ini sedang dilakukan evaluasi terhadap 150 titik kerja bakti dan dimungkinkan ada pergeseran titik sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Rajwan.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja bakti, pihaknya juga tengah melakukan penilaian kinerja pembersihan di 150 titik oleh tim juri eksternal. Penilaian tersebut akan menentukan lima lokasi terbaik yang dinilai paling optimal dalam pelaksanaan kegiatan kebersihan lingkungan.
“Hasil penilaian lima terbaik akan diumumkan pada Jumat, 12 Juni 2026,” ungkapnya.
Rajwan menambahkan, pelaksanaan kerja bakti pada Jumat, 12 Juni 2026 mendatang akan menjadi momentum yang istimewa karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, kegiatan tidak hanya dilaksanakan di 150 titik yang telah ditetapkan, tetapi juga diperluas dengan menyasar sejumlah kawasan ikonik kota, yakni Tugu, Malioboro, Kraton (Gumaton) dan Kridosono.
Menurutnya, penambahan lokasi tersebut sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap tema HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Melalui kerja bakti massal yang melibatkan ASN dan masyarakat, nilai-nilai ASRI diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dalam kondisi lingkungan perkotaan yang bersih, tertata, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
“Peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi momentum budaya menjaga kebersihan lingkungan dapat semakin mengakar. Sehingga, Kota Yogyakarta dapat terus tampil bersih, indah, dan nyaman sebagai kota yang ramah bagi warga maupun wisatawan,” pungkasnya.
