Pemkot Yogya Akan Upayakan Percepatan Transformasi ke Becak Listrik Lewat APBD

UMBULHARJO,REDAKSI17.COM -Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengupayakan percepatan transformasi becak motor (Betor) ke becak listrik menggunakan APBD. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo akan mengusulkan anggaran untuk becak listrik dalam APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk partisipasi Pemkot Yogyakarta dan target transformasi becak listrik selesai pada 2028.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan Pemkot Yogyakarta akan memasukkan anggaran untuk becak listrik dalam APBD meskipun kondisi anggaran daerah agak tipis. Spesifikasi becak listrik mengikuti arahan dari Pemda DIY. Penganggaran becak listrik dari APBD Kota Yogyakarta bersifat stimulan dan diharapkan ada dukungan tambahan dari Pemda DIY. Pihaknya juga sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Sekda Pemda DIY terkait hal tersebut.
“Kami memang sengaja untuk menganggarkan (becak listrik) dari APBD. Jadi, insya Allah kami juga akan menyelenggarakan artinya kami tidak hanya meminta tapi kami juga ikut berpartisipasi,” kata Hasto saat penyerahan bantuan becak listrik dari CSR PT KAI kemarin.
Hasto menyatakan target bebas dari betor di Malioboro bertahap sesuai dengan bantuan becak listrik yang diberikan. Hasto menyebut jumlah becak listrik ada sekitar 260. Kalau jumlah beto4 total 900, berarti sekitar 700 masih ada. Kemudian terus bertahap  nanti sampai akhir harapannya pada 2028 sudah tidak ada lagi becak motor di Malioboro.
“Ya, dalam dua tahun. Untuk mempercepat salah satu contohnya kalau saya beli 500 becak pakai APBD misal begitu, ya agak cepat kan. Kalau saya mengusulkan anggaran di DPRD untuk kita di  perubahan 2026 dan qnggaran murni 2027. Salah satu caranya begitu. Kalau misal tanpa begitu pasti kalau hanya nunggu CSR saja tidak cukup,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan upaya itu sebagai bentuk komitmen Pemkot Yogyakarta agar Malioboro tercipta sebagai sumbu filosofi yang ramah terhadap lingkungan dan juga nyaman bagi pengunjung. Selain itu Hasto juga memikirkan terkait endapan atau tempat becak-becak dan andong di kawasan Malioboro. Selama ini sudah disediakan ruas-ruas sisi barat di Jalan Maliloboro untuk andong dan becak.
“Kami sudah sampaikan, di (tempat parkir) Senopati ketika busnya sudah tidak di sana, maka bisa dipakai untuk endapan becak dan andong, sehingga becak dan andong punya tempat untuk mangkal di sana. Harapan kami nanti dari Dinas Perhubungan bisa menindaklanjuti hal tersebut. Saya kira ini menjadi  keberpihakan kita terhadap kenyamanan bagi para pengayuh becak dan pengemudi andong di Kota Yogyakarta,” terang Hasto.
Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyampaikan bantuan CSR becak listrik dari PT KAI telaj mendapatkan registrasi dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dengan penerbitan Surat Izin Operasional Kendaraan Tidak Bermotor(SIOKTB) dan Tanda Nomor Kendaraan Tidak Bermotor (TNKTB). Diakuinya transformasi betor ke becak listrik awalnya ada sebagian pengemudi yang belum paham dan jelas sehingga timbul resistensi. Tapi setelah diberikan pemahaman, tanpa paksaan dan niat baik pemerintah akhirnya bisa terlaksana transformasi 50 betor ke becak listrik dengan bantuan CSR PT KAI.
“Fasilitas station charging  dengan  PLN ada beberapa titik yang kita siapkan. Tapi yang di parkiran Ketandan kan sudah ada charging station di sana. Karena ini (becak listrik) range-nya cukup jauh, hampir 40 kilo meter/jam dengan beban maksimal, bisa. Jadi, tidak begitu boros,” papar Agus ditemui usai penyerahan becak listrik.
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Hary Purwanto menyebut dari data Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta saat ini ada 400 andong dan 829 becak kayuh di Kota dan sekitar 140 becak listrik. Jumlah itu yang memiliki SIOKTB dan TNKTB. “Masa SIOKTB dan TNKTB itu berlalu tiga tahun. Setelah itu bisa  diperbarui dan tidak ada (retribusi  pembaharuan), gratis,” ujar Hary saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DIY  Chrestina Erni Widyastuti menyebut jumlah becak di kawasan Malioboro sekitar 900 dan becak listrik baru bertahap yaitu 50, 90 dan 200. Diharapkan ada tambahan dari mitra-mitra. Dia menuturkan dalam waktu tidak lama Kementerian Keuangan akan mendukung juga melalui melalui Pusat Investasi Pemerintah.
“Itu kita sudah ada komunikasi, koordinasi memproduksi becak. Di SMK Negeri 3 akan memproduksi becak, tapi versinya berbeda. Versinya adalah versi yang seperti becak kayuh tradisional. Nanti mungkin ada di pertengahan Juni ini,” ucap Erni ditemui usai penyerahan becak listrik.