Beranda / Daerah / Wabup Gunungkidul Sebut Merti Dusun Banaran Sebagai Fondasi Pembangunan dan Jati Diri Budaya

Wabup Gunungkidul Sebut Merti Dusun Banaran Sebagai Fondasi Pembangunan dan Jati Diri Budaya

Gunungkidul,REDAKSI17.COM  – Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menghadiri acara bersih dusun atau Merti Dusun di Padukuhan Banaran VI, VII, dan VIII, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, pada Jumat, 5 Juni 2026. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Gunungkidul tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi lokal di tengah arus modernisasi.

Acara yang dipusatkan di Balai Dusun Banaran VIII ini berlangsung dengan meriah namun tetap khidmat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama atau kenduri yang diikuti oleh ratusan warga dari tiga padukuhan tersebut. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki sekaligus doa untuk keselamatan wilayah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Joko Parwoto menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh warga Banaran. Menurutnya, Merti Dusun bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata semangat masyarakat dalam menjaga tradisi luhur dan mempererat rasa kekeluargaan.

Joko Parwoto menekankan bahwa keberanian warga untuk tetap memegang teguh adat budaya di tengah zaman yang semakin modern merupakan langkah inspiratif. Hal tersebut dinilai memperkuat jati diri masyarakat Gunungkidul sebagai entitas yang berbudaya.

Selain sebagai pelestarian budaya, Joko menyebut bahwa nilai gotong royong dan kerukunan yang tercipta dalam momen ini merupakan fondasi utama bagi kekuatan pembangunan di wilayah Gunungkidul. Ia mengaku bangga melihat antusiasme warga yang begitu besar dalam menyelenggarakan acara ini secara mandiri dan kompak.

Ia menilai partisipasi aktif dari warga Padukuhan Banaran VI, VII, dan VIII membuktikan bahwa mereka adalah masyarakat yang religius sekaligus teguh menjaga akar budaya. Melalui tradisi Merti Dusun ini, ia berharap wilayah Banaran senantiasa dilimpahi keberkahan, ketentraman, dan kemakmuran bagi seluruh penghuninya.

Menutup arahannya, Joko Parwoto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara semangat kebersamaan ini demi kemajuan desa. Keharmonisan antarwarga diharapkan menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung berbagai program pemerintah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *