UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama jajaran Asisten Pemerintah Kota Yogyakarta dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Senin (8/6).
Kegiatan ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen dan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dan rombongan saat memberikan doa kepada Mantan Wali Kota Yogyakarta Soegiharto.

Saat ditemui, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa semangat untuk tidak melupakan sejarah menjadi hal penting bagi para pemimpin dalam menjalankan amanah dan perjuangan membangun daerah.
“Jangan melupakan sejarah, itu penting, karena kita memimpin dan berjuang harus selalu belajar kepada para pendahulu. Kalau tidak belajar kepada pendahulu dengan cara mengenang dan menyimak kembali rekam jejaknya, maka banyak pemimpin yang bisa jatuh di lubang yang sama,” ujarnya.
Menurut Hasto, para pendahulu telah banyak memberikan wejangan, pesan-pesan dan peringatan yang dapat menjadi pedoman dalam mengambil kebijakan maupun menghindari berbagai risiko dalam kepemimpinan.

“Sebetulnya banyak pendahulu kita yang sudah memberikan wejangan, wanti-wanti, dan pesan-pesan khusus yang bisa kita laksanakan. Karena itu kami hari ini berziarah dalam rangka Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Yogyakarta ke-79. Tidak lain dan tidak bukan untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah mendidik kita,” katanya.
Selain sebagai bentuk penghormatan, ziarah juga menjadi wujud tekad Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mewarisi semangat perjuangan para pahlawan. “Kita bertekad untuk mewarisi api semangat perjuangan mereka. Ini menjadi bagian penting untuk meneruskan kebaikan-kebaikan mereka agar menjadi amal jariyah bagi para pahlawan yang telah mendahului kita,” tambahnya.
Kegiatan ini diawali dengan upacara dan dilanjutkan ziarah ke sejumlah makam tokoh dan pahlawan bangsa yang dimakamkan di TMP Kusumanegara, diantaranya Jenderal Besar Sudirman, Siti Alifah (istri Jendral Besar Sudirman), Menteri Supeno, mantan Wali Kota Yogyakarta Soegiharto, Pahlawan Revolusi Brigjen Anumerta Katamso selaku Komandan Korem 072/Pamungkas, Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, serta Komarudin yang turut berjuang dalam Agresi Militer Belanda II tahun 1948-1949.

Hasto Wardoyo bersama rombongan saat memanjatkan doa untuk para pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan Indonesia.

Hasto menilai sosok Jenderal Besar Sudirman merupakan teladan yang patut dicontoh oleh generasi saat ini. Menurutnya, ketulusan, keikhlasan, dan kesucian hati yang dimiliki Panglima Besar Sudirman menjadi kekuatan dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Beliau adalah pejuang yang sungguh luar biasa. Kesucian, keikhlasan, dan ketulusan beliau harus dicontoh oleh orang-orang sekarang,” ungkapnya.
Selain itu, Hasto juga memberikan penghormatan kepada mantan Wali Kota Yogyakarta Soegiharto yang sebelumnya merupakan seorang prajurit TNI dan pejuang bangsa. Menurutnya, Soegiharto tidak hanya mengabdikan diri sebagai tentara, tetapi juga berhasil meletakkan dasar-dasar pembangunan Kota Yogyakarta saat memimpin pemerintahan daerah.
“Tentu beliau tidak hanya sebagai seorang TNI, tetapi kemudian memimpin birokrasi sebagai kepala daerah. Banyak sekali dasar-dasar pembangunan kota yang beliau letakkan. Kita meneruskan perjuangan itu dan mendoakan semoga menjadi amal jariyah bagi beliau,” ujarnya.

Tak hanya pahlawan perjuangan Indonesia, Hasto juga turut mendoakan pahlawan dalam bidang kesehatan yaitu Prof. Dr. Sardjito.

Pada kesempatan yang sama, Hasto juga menyempatkan diri berziarah ke makam Prof. Dr. Sardjito, tokoh nasional yang memiliki jasa besar dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Sebagai seorang dokter, Hasto mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sosok Prof. Sarjito yang menjadi inspirasi dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Beliau meletakkan dasar berdirinya Rumah Sakit Sardjito dan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Karyanya sungguh luar biasa dan menjadi teladan bagi kami untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.