Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 dengan menggelar upacara di Halaman Balai Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian prosesi pembawaan pusaka Tombak Kyai Wijoyo Mukti ke tengah lapangan serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Pemerintah Kota Yogyakarta dalam melayani masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menegaskan peringatan hari jadi ke-79 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengubah pola pikir atau mindset aparatur pemerintah agar semakin berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Momentum hari ulang tahun Pemerintah Kota ke-79 ini adalah mengubah mindset. Yang harus berubah bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. ASN harus memiliki pola pikir yang pro-poor dan pro-environment sehingga setiap kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” ujar Hasto usai upacara.

Upacara HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta.

Menurutnya, peringatan hari jadi pemerintah seharusnya tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial yang menghabiskan tenaga, waktu, dan biaya tanpa meninggalkan manfaat nyata. Sebaliknya, setiap kegiatan harus mampu menghasilkan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia mencontohkan berbagai program yang telah dilakukan dalam rangkaian HUT ke-79 Kota Yogyakarta, seperti pemberian diskon pajak daerah yang mampu membantu masyarakat sekaligus meningkatkan realisasi pendapatan daerah. Program tersebut bahkan berhasil mencapai target penerimaan pajak enam bulan hanya dalam satu hari pelaksanaan.

“Kenapa tidak merayakan hari jadi sambil bekerja dan melayani masyarakat? Misalnya diskon pajak, pemeriksaan kesehatan gratis, atau kegiatan lain yang sekaligus memenuhi target kinerja dan memberikan manfaat langsung bagi warga. Dampaknya jelas dirasakan masyarakat,” katanya.

Upacara HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta.

Selain itu, Hasto juga menyoroti pentingnya upaya pengurangan kemiskinan dan kawasan kumuh melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui program bedah rumah yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta.

Menurut Hasto, perubahan pola pikir di lingkungan birokrasi menjadi fondasi penting untuk mendorong perubahan yang lebih luas di masyarakat. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari rekonstruksi sosial yang perlu dilakukan secara bertahap.

“Kalau mindset di internal pemerintah sudah berubah, baru kita bisa melakukan rekonstruksi sosial di masyarakat. Contohnya dalam pengelolaan sampah. Kita harus mengubah pola pikir terlebih dahulu agar perubahan perilaku masyarakat bisa terwujud,” jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi berbagai kegiatan seni dan budaya yang turut memeriahkan peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta. Menurutnya, hiburan dan apresiasi terhadap kreativitas masyarakat tetap penting, namun harus diimbangi dengan semangat kerja yang berdampak dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan perkotaan.

Melalui semangat tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menjadikan peringatan HUT ke-79 sebagai momentum memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, menata lingkungan, serta mendorong pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.