Beranda / Hikayat Seni dan Budaya / Jans Pieterszoon Coen adalah Cucu Raja Pajajaran

Jans Pieterszoon Coen adalah Cucu Raja Pajajaran

Dalam Serat Sakender, Jans Pieterszoon Coen yang disebut Mur Jangkung adalah cucu Raja Pajajaran. Ibunya Murjangkung adalah putri Raja Pajajaran yang menikah dengan Sukmul, keponakan Raja Spanyol.
Oleh karea itu, para keturunan Murjangkung, yaitu para gubernur jendral VOC yang menggantikannya harus diakui kepemimpinannya. Maka sudah seharusnya rakyat Priangan tumut pada kepemimpinan Murjangkung, sama seperti kepada Sultan Mataram. Selain itu Mur Jangkung ini pelindungi tanah Priangan dan Ratu Kidul.
Dalam naskah Wawacan Galuh yang ditulis abad 19, termuat ramalan yang bersipat post eventum, atau ramalan yang ditulis sesudah peristiwa terjadi. Naskah itu menyebutkan bahwa Kekuasaan VOC atas tanah Priangan tidak dapat ditolak karena sudah diramalkan oleh seorang pendeta bernama Ki Ajar Sukaresi. pada saat naskah ini ditulis, VOC sudah berkuasa.
Ki Ajar mengatakan bahwa kelak seorang raja asing akan membalaskan sakit hatinya karena putrinya yang bernama Tanduran Gagang yang merupakan cucu Raja Pajajaran dijadikan istri bergilir raja Cirebon, Demak dan Mataram. Karena kemaluannya mengeluarkan api panas maka Tanduran Gagang diberikan kepada orang Eropa untuk ditukar dengan meriam.
Ibu Tanduran Gagang melaporkan kepada Ki Ajar, Suaminya. Akhirnya Ki Ajar mengucapkan kutukan bahwa kelak Raja Jawa akan tunduk pada Raja Asing turunan Tanduran Gagang.
Kitab Baron Sakhender mengisahkan, pada pertengahan abad ke-16, ketika kekuatan Islam yang dipimpin oleh Pangeran dari Jayakarta merambah wilayah Kerajaan Pajajaran, salah seorang putri melarikan diri ke gunung, di mana dia hamil oleh Ajar Sukarsi. dan melahirkan seorang putri cantik yang bernama Tanuraga.
Pangeran Jayakarta menculik Tanuraga, tetapi tidak bisa tidur dengannya karena dari alat kelaminnya keluar api. Karena itu dia diasingkan ke pulau Pulau Putri di Teluk Jakarta. Sultan Cirebon dan Mataram bergantian mengambilnya sebagai istri tetapi tidak satupun dari mereka yang berhasil memilikinya, karena alasan yang sama.
Dia dikirim kembali ke pulau itu dan tinggal di sana dalam kesedihan. Sukmul kemudian datang dari Spanyol naik kapal dagang dan membawa Tanuraga pulang dan menikahinya. Untuk menebus Tanruga, Sukmul menukarnya dengan 3 pucuk meriam. Dari pernikahan mereka lahirlah Mur Jangkung.
Ketika Mur Jangkung tumbuh menjadi seorang pejuang yang terkenal dan mendengar tentang asalnya, dia memutuskan untuk membalas dendam kepada para pangeran Islam yang telah mempermalukan ibunya dan menghancurkan negaranya, Pajajaran. Ia kemudian berlayar ke Jawa dengan armada yang terdiri dari lima belas kapal perang.
Penulis: Kang Lame Anom Asal Majalengka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *