
Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Semangat berbagi pengetahuan kembali digaungkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta melalui Gerakan Sumbang Buku 2026. Program tahunan ini mengajak masyarakat untuk mendonasikan buku layak baca yang nantinya akan disalurkan kepada sekolah, perpustakaan, komunitas, hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca DPK Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha, mengatakan gerakan tersebut lahir dari masih tingginya kebutuhan bahan bacaan di berbagai kalangan. Permintaan buku tidak hanya datang dari sekolah dan taman baca di Kota Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya.
“Masih banyak komunitas dan lembaga pendidikan yang membutuhkan tambahan koleksi buku untuk mendukung kegiatan literasi. Karena itu, Gerakan Sumbang Buku menjadi salah satu upaya kami untuk membantu pemerataan akses bahan bacaan kepada masyarakat,” ujar Rina saat dikonfirmasi, Senin (8/6).
Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan mengumpulkan buku, melainkan bagian dari upaya membangun budaya membaca yang lebih kuat di masyarakat. Buku yang terkumpul nantinya akan dipilah sebelum didistribusikan ke berbagai perpustakaan sekolah, perpustakaan kelurahan, kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan Sumbang Buku juga menjadi sarana untuk memperkuat koleksi Bank Buku milik DPK Kota Yogyakarta. Koleksi tersebut nantinya digunakan untuk mendukung program Rotate Your Book (RYB), sebuah inovasi yang memungkinkan masyarakat menukarkan buku bacaannya dengan koleksi yang tersedia di Bank Buku.
“Program Rotate Your Book rutin kami laksanakan, baik di Perpustakaan Kota Yogyakarta maupun melalui roadshow ke sekolah, kampus, dan ruang publik. Karena itu, ketersediaan koleksi Bank Buku perlu terus ditambah agar manfaatnya semakin luas,” jelasnya.
Tahun ini, DPK Kota Yogyakarta menargetkan jumlah buku yang terkumpul minimal menyamai capaian tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan Gerakan Sumbang Buku tahun lalu, tercatat sekitar 1.800 judul buku berhasil dihimpun dari berbagai pihak.
Rina optimistis antusiasme masyarakat akan terus meningkat. Pasalnya, kesadaran warga untuk berbagi buku dan mendukung gerakan literasi semakin tumbuh dari tahun ke tahun.
“Masyarakat Kota Yogyakarta memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap literasi. Kami berharap partisipasi tahun ini bisa semakin besar sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Penerimaan donasi buku berlangsung mulai 2 Juni hingga 4 Juli 2026. Masyarakat dapat menyumbangkan buku melalui Boks Bank Buku yang tersedia di sejumlah lokasi strategis, seperti Perpustakaan Kota Yogyakarta, Perpustakaan PEVITA, Mall Pelayanan Publik Balai Kota Yogyakarta, Universitas Kristen Duta Wacana, Shopping Center Taman Pintar, Toko Buku Togamas, Bank BPD Cabang Senopati, Bank Jogja Patangpuluhan, Masjid Diponegoro Balaikota Yogyakarta, hingga Masjid Jogokariyan.
Adapun buku yang diterima adalah buku asli, bukan hasil fotokopi atau bajakan, dalam kondisi layak baca dan dapat berupa buku bacaan umum maupun fiksi. Sementara buku pelajaran, modul, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) tidak termasuk dalam kategori yang dapat disumbangkan.
Lebih jauh, Rina menuturkan bahwa Gerakan Sumbang Buku turut mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang menjadi indikator penting dalam pembangunan literasi daerah.
“Melalui gerakan ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan bacaan yang berkualitas,” ungkapnya.
Ia berharap Gerakan Sumbang Buku dapat menjadi gerakan bersama yang terus berkembang dan melibatkan semakin banyak pihak.
“Semoga gerakan ini tidak hanya menambah koleksi buku, tetapi juga membuka lebih banyak jendela pengetahuan, menumbuhkan minat baca, dan melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, serta berkarakter,” pungkas Rina.