Beranda / Hukum dan Kriminal / Ngaku Polisi-Ancam Tembak Kaki, Pria Sleman Rampas Smartwatch di Kulon Progo

Ngaku Polisi-Ancam Tembak Kaki, Pria Sleman Rampas Smartwatch di Kulon Progo

Pelaku pemerasan di JPO Wates, Kulon Progo, ditangkap polisi, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Polres Kulon Progo

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Seorang pria berinisial HM (24) ditangkap polisi usai melakukan pemerasan di Kulon Progo. Warga Godean, Sleman, itu saat beraksi mengaku sebagai anggota polisi dan mengancam akan menembak kaki korban.
Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko mengatakan, pemerasan itu dilakukan tersangka terhadap pemuda berinisial IKM (19) warga Wates pada Minggu (3/6) pukul 03.00 WIB. Kejadiannya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Alun-alun Wates, Kulon Progo.

“Awalnya korban dan saksi berada di bawah JPO di alun-alun Wates. Ketika hendak pulang tiba-tiba dihalangi oleh pelaku menggunakan mobil,” kata Sarjoko kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

Sarjoko mengatakan, pelaku yang berada di dalam mobil kemudian membuka kaca dan memaksa korban untuk menyerahkan uang. Saat itu pelaku juga melakukan pengancaman jika permintaannya tidak dipenuhi.

“(Pelaku) Mengancam menembak kaki jika tidak memberikan uang,” ujarnya.

Karena korban tidak memiliki uang, pelaku kemudian merampas jam milik korban.

“Dikarenakan pelapor tidak mempunyai uang terlapor kemudian meminta jam tangan smartwacth,” jelasnya.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. Korban melaporkan ciri pelaku saat beraksi, yaitu memakai jaket hitam, ada tindik di pelipis kiri, dan rambut bersemir warna perak.

Berbekal laporan itu, Satreskrim Polres Kulon Progo kemudian melakukan penyelidikan. Dari ciri-ciri yang disampaikan korban, petugas kemudian bisa mengidentifikasi pelaku. Akhirnya, pelaku ditangkap pada Sabtu (13/6) kemarin saat berada di barbershop wilayah Jalan Kadipiro.

“Setelah dilakukan interview, pelaku mengakui perbuatan tersebut kemudian dilakukan penangkapan,” katanya.

Sarjoko menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui HM sempat mengaku sebagai anggota polisi saat melakukan aksinya untuk menakut-nakuti korban. “Mengaku anggota polisi,” ujarnya.

Saat ini, pelaku telah dibawa petugas kepolisan ke Polres Kulon Progo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini petugas masih melakukan pendalaman kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *