Pakualaman,REDAKSI17.COM-Setelah pekan lalu Tim Juri Lomba Kelurahan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan verifikasi lapangan di Kelurahan Kadipaten, kini giliran Kelurahan Gunungketur yang menjadi sasaran penilaian, Senin (15/6/2026).
Para tim penilai ini di sambut oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Siti Hafsah, serta jajaran perangkat kelurahan, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya Yuniato menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan lomba kelurahan tersebut. Menurutnya lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.
“Lomba ini menjadi ruang untuk menemukan dan memperkenalkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ketahanan sosial, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Yunianto mengungkapkan, tema Lomba Kelurahan Tahun 2026 yakni “Membangun dari Kalurahan/Kelurahan untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan” sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
Ia menegaskan, pembangunan yang berhasil bukan hanya yang tampak secara fisik, tetapi juga yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat paling dekat dengan warga, yaitu kelurahan.
Sementara itu Lurah Gunungketur, Sunarni membeberkan berbagai inovasi yang telah diciptakan di Kelurahan Gunungketur yang dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dan warga.
Dalam bidang pelayanan publik, Kelurahan Gunungketur memperkenalkan inovasi SIGAP atau Sistem Informasi Gunungketur untuk Akses Pelayanan Digital yang mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi secara cepat, mudah, dan efisien.
“Digitalisasi layanan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendekatkan pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, di bidang kesehatan, Gunungketur mengembangkan program Gunting Mas Guntur atau Penanggulangan Stunting Masyarakat Gunungketur. Program ini merupakan inovasi penanganan stunting berbasis masyarakat yang dijalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari kader kesehatan, keluarga, hingga unsur pemerintah kelurahan.
“Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” bebernya.
Tidak hanya fokus pada pelayanan dan kesehatan, Kelurahan Gunungketur juga menunjukkan kepedulian terhadap aspek sosial melalui program Dapur Berkah. Program ini hadir untuk memberikan dukungan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
“Keberadaan program tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di tingkat kelurahan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan sosial dan perlindungan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus,” katanya.
Di sektor ekonomi, berbagai program pemberdayaan masyarakat terus dikembangkan. Salah satunya melalui pengelolaan galeri UMKM yang menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus sarana penguatan ekonomi warga. Berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi juga terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu berkembang dan berdaya saing.
Adapun dalam bidang lingkungan, Kelurahan Gunungketur menghadirkan inovasi Gerdu Lestari atau Gerakan Terpadu Kelola Sampah Mandiri dan SIMVOSA atau Sistem Informasi Volume Sampah.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Melalui inovasi ini, warga didorong untuk lebih aktif dalam mengelola sampah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pengolahan akhir,” jelasnya.
Dalam isu pengelolaan sampah yang saat ini menjadi perhatian utama Kota Yogyakarta, Kelurahan Gunungketur juga menunjukkan capaian yang menggembirakan. Melalui penguatan gerakan pengelolaan sampah mandiri serta penerapan konsep Mas JOS, volume sampah harian berhasil ditekan secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa keterlibatan aktif masyarakat mampu memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian persoalan lingkungan di tingkat lokal,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu tim penilai Lomba Kelurahan Tingkat DIY 2026 yang juga Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMK2PS) DIY, Rini Sri Wahyuni mengaku kegiatan verifikasi
ini menjadi tahapan penting dalam proses penilaian lomba sekaligus kesempatan bagi Kelurahan Gunungketur untuk mempresentasikan berbagai capaian, inovasi, dan praktik baik yang telah dijalankan bersama masyarakat.
Ia berharap apa yang ditampilkan Kelurahan Gunungketur dalam penilaian tersebut dapat menggambarkan semangat masyarakat Kota Yogyakarta dalam membangun wilayahnya secara partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari berbagai inovasi yang dikembangkan bukan semata-mata mengejar prestasi dalam perlombaan, melainkan memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.