UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Yogyakarta yang membentuk koperasi IDI. Langkah itu dinilai sebagai terobosan besar dalam memperkuat nilai gotong-royong ekonomi, meningkatkan kesejahteraan anggota, sekaligus memperkokoh solidaritas antar profesi kesehatan. Pemkot Yogyakarta juga menyambut baik kegiatan memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 yang diadakan IDI Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengapresiasi kegiatan sarasehan dan sosialisasi Koperasi IDI Kota Yogyakarta dalam rangka memperingati HBDI yang ke-118. Termasuk mengapresiasi pembentukan Koperasi IDI Kota Yogyakarta. Peringatan HBDI itu menjadi momentum untuk mengenang pengabdian profesi dokter dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini IDI terus memperkuat organisasi dan kesejahteraan anggotanya, salah satunya melalui pembentukan koperasi. Koperasi kita ketahui adalah bentuk gotong-royong ekonomi yang sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” kata Emma mewakili Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat sarasehan dan sosialisasi Koperasi IDI Kota Yogyakarta, di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani memberikan sambutan mewakili Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Menurutnya melalui pengelolaan yang profesional dan akuntabel, koperasi menjadi wahana untuk meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memperkuat kemandirian organisasi. Diharapkan koperasi yang dikembangkan dapat memberi manfaat nyata bagi para anggota dan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat solidaritas antar profesi kesehatan.

Dalam kesempatan itu pihaknya mengucapkan selamat memperingati HBDI ke-118. “Semoga semangat pengabdian yang telah diwariskan oleh para pendahulu terus menjadi inspirasi bagi seluruh dokter di Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” paparnya.

Pemkot Yogyakarta berupaya memperkuat layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas. Namun keberhasilan pembangunan kesehatan tidak mungkin dicapai oleh pemerintah sendiri, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, rumah sakit, perguruan tinggi, komunitas, korporasi dan masyarakat. Contohnya melalui program-program strategis Pemkot Yogyakarta antara lain Satu Kampung Satu Bidan atau Satu Tenaga Kesehatan, cek kesehatan gratis terutama bagi lanjut usia.

Para dokter  di IDI Kota Yogyakarta yang hadir dalam kegiatan sarasehan dan sosialisasi Koperasi IDI Kota Yogyakarta.

“Kami menyambut baik berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh IDI Kota Yogyakarta, karena menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, berbagi gagasan dan membangun sinergi dalam menghadapi tantangan kesehatan yang terus berkembang,” ucap Emma.

Sementara itu Ketua IDI Kota  Yogyakarta dr Agung Widianto Sp.B-KBD menegaskan kegiatan silaturahmi sarasehan dan sosialisasi Koperasi IDI Kota Yogyakarta adalah rangkaian kegiatan memperingati HBDI ke-118. Tema yang diangkat dalam kegiatan itu yakni peran dokter di Kota Yogyakarta dalam upaya kesehatan dan peran koperasi dokter dalam meningkatkan kesejahteraan dokter dan masyarakat sekitar. Dia mengatakan akan mengumpulkan anggota IDI Kota Yogyakarta secara bertahap untuk memastikan jumlah keanggotaan.  IDI Kota Yogyakarta juga akan menggelar pemeriksaan deteksi dini kanker payudara pada Minggu (21/6/2026) untuk memperingati HBDI ke-118.

“Dalam memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia kami juga menyelenggarakan pemeriksaan mammae (USG payudara) untuk para ibu-ibu yang kurang mampu di wilayah Pakualaman Kelurahan Gunungketur. Nanti ada 25 calon yang akan diperiksa. Ada penyuluhan dan sharing dari penyintas kanker payudara yang sekarang sudah bisa sehat kembali,” pungkas dr Agung.