BANTUL,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, secara resmi membuka Opening Ceremony Shafiyah Expo 2026 pada Jumat (19/6). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mampu menghadirkan sinergi antara dakwah, edukasi, dan pengembangan ekonomi syariah.
Menurut Wawan, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Pariwisata DIY, pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, komunitas dakwah, mahasiswa, hingga pelajar.
“Acara ini sangat lengkap karena tidak hanya menghadirkan kajian yang diisi para ustaz setiap hari, tetapi juga produk-produk halal yang beragam. Kami optimistis penyelenggaraan tahun ini akan lebih ramai dibandingkan tahun lalu, terlebih dengan dukungan berbagai pihak termasuk sektor perbankan,” ujarnya.
Wawan mengungkapkan, konsep halal saat ini harus dipahami lebih luas sebagai gaya hidup. Menurutnya, halal bukan hanya identik dengan produk yang diperuntukkan bagi umat Islam, tetapi juga mencerminkan nilai kebersihan, kesehatan, dan kualitas hidup yang dapat diterapkan oleh seluruh masyarakat.

“Halal adalah kebersihan, halal adalah sehat, dan halal adalah lifestyle. Potensi industri halal di Kota Yogyakarta sangat besar. Ke depan kami berharap seluruh stakeholder dapat bersinergi untuk menghadirkan Expo Halal terbesar di Yogyakarta pada 2027, sehingga menjadi one stop service bagi ekosistem halal,” katanya.
Ia juga mendorong agar sektor halal dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik wisata Kota Yogyakarta, sekaligus mendukung sektor kesehatan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong para pelaku industri bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk terus berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi guna memperkuat ekosistem halal nasional.
Sementara itu, Manajer Pameran Shafiyah Expo 2026, Imam Hidayat mengatakan, tahun ini pameran menjadi fokus utama penyelenggaraan dengan mengusung tema “Pureway” atau jalan yang murni.
“Jika sebelumnya fokus utama ada pada kegiatan journey atau kajian, tahun ini expo menjadi titik utama. Sekitar 70 persen materi yang kami hadirkan berfokus pada penguatan branding dan pengembangan UMKM, baik dari sisi pemasaran maupun penguatan merek,” jelasnya.
Selain menghadirkan materi terkait branding dan UMKM, Shafiyah Expo 2026 juga menyuguhkan berbagai talkshow seputar parenting, psikologi, bisnis, dan pengembangan diri. Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Deryansha dari Kasi Solusi, Coach Yoso Lukito, Oktawirawan, Coach Wulan, serta narasumber lainnya.

Imam menambahkan, penyelenggaraan Shafiyah Expo 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Majelis Ta’lim Shafiyah Shalehah dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Melalui kerja sama tersebut, panitia ingin memperkuat peran UMKM dan ekonomi syariah di Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan, wisata, dan pusat kreativitas masyarakat.
“Dalam kegiatan ini, sebanyak 129 tenant turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, filantropi, hobi, hingga layanan keuangan syariah. Selain bazar produk halal, pengunjung juga dapat menikmati berbagai program promo, voucher belanja, serta kegiatan sosial yang melibatkan lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa dan berbagai komunitas kemanusiaan,”ungkapnya.

Panitia menargetkan sedikitnya 10.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Tidak hanya berasal dari Yogyakarta, sejumlah peserta dan pengunjung juga datang dari berbagai daerah seperti Jakarta. “Pada hari terakhir, panitia juga menggelar Pureway Run yang ditargetkan diikuti sekitar 300 peserta sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat” imbuhnya.