Gondomanan,REDAKSI17.COM – Suasana Kampung Wisata Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan, tampak semarak saat warga dan wisatawan mengikuti rangkaian kegiatan Sayidan Pasaran di Ruang Publik RW 04 Sayidan, Minggu (21/6). Mulai dari menyusuri jejak sejarah kampung melalui Heritage Walking Tour hingga mengikuti workshop Eco Print Totebag dan melukis gypsum pada malam hari, kegiatan tersebut menjadi ajang mengenalkan kekayaan budaya dan potensi Kampung Sayidan.

Dalam Heritage Walking Tour, peserta diajak berjalan menyusuri sejumlah titik bersejarah di Sayidan, dimulai dari Jembatan Sayidan, Klenteng Fuk Ling Miau, hingga Rumah Gothic yang menjadi salah satu bangunan ikonik di kawasan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan keberagaman budaya yang hidup di tengah kampung.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival berbasis kampung menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menguatkan identitas Yogyakarta sebagai Kota Festival.

“Selama ini kita sudah mendeklarasikan Jogja sebagai Kota Festival. Setelah berkeliling ke berbagai kemantren, ternyata masing-masing wilayah memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi festival unggulan,” ujar Wawan.

Ia berharap pada peringatan Hari Jadi Kota Yogyakarta tahun 2027 mendatang, seluruh 14 kemantren dapat memiliki festival andalan yang menampilkan kekhasan wilayah masing-masing.

 

Menurut Wawan, festival kampung tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan produk unggulan dan potensi wisata berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin masyarakat ikut terlibat aktif. Kuliner khas, produk lokal, hingga sejarah kampung harus terus dieksplorasi. Hal-hal seperti ini justru banyak diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” katanya.

Ketua Kampung Wisata Sayidan, Diajeng Endah Pramita Wardani, menjelaskan bahwa Sayidan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Salah satunya adalah produksi kain crinkle yang telah bertahan selama puluhan tahun dan masih terus berjalan hingga saat ini.

Selain itu, generasi muda Sayidan juga aktif berkarya di bidang seni musik dengan menciptakan karya-karya original yang menjadi bagian dari identitas kampung.

“Ke depan kami ingin berkolaborasi dengan kampung lain di wilayah Gondomanan. Setiap kampung memiliki potensi yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi untuk menghadirkan paket wisata yang lebih menarik,” ujar Diajeng.

Ia menjelaskan, rute walking tour dipilih karena merepresentasikan karakter dan sejarah Kampung Sayidan. Jembatan Sayidan menjadi simbol penghubung kawasan Keraton Yogyakarta dan Pakualaman, sementara Klenteng Fuk Ling Miau mencerminkan keberagaman budaya yang telah lama hidup berdampingan di kawasan tersebut. Adapun Rumah Gothic menjadi daya tarik tersendiri berkat arsitekturnya yang unik bergaya Eropa.

Menurut Diajeng, Kampung Sayidan juga mulai dikenal wisatawan asing. Selain lokasinya yang strategis di pusat Kota Yogyakarta, keberadaan homestay di kampung tersebut turut menarik wisatawan mancanegara yang ingin merasakan suasana kampung yang autentik.

Ia berharap dukungan promosi dari pemerintah dan berbagai pihak terus diperkuat agar Kampung Wisata Sayidan semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

“Kami berusaha memperkenalkan Kampung ini dengan baik, nanti saat sudah eksis kami berharap ada dukungan dan support yang baik dari pemerintah,” pungkasnya.