Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Duta Besar Republik Ceko, Petr Kopřiva menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (22/06) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Dalam kunjungannya kali ini, Kopřiva bermaksud untuk menjajaki kerja sama yang lebih luas lagi antara Negara Mahkota Bohemia ini dengan DIY.
“Saya bertugas sebagai duta besar Ceko untuk Indonesia baru lima bulan terakhir. Dan salah satu agenda kerja kami ialah melakukan kunjungan ke daerah-daerah di Indonesia. Yogyakarta menjadi daerah pertama yang saya kunjungi. Kunjungan kami ini bertujuan untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerja sama antara Ceko dan DIY,” paparnya.
Kopřiva mengungkapkan, Ceko memiliki bidang-bidang yang bisa dan cocok ditawarkan kepada DIY untuk dikerjasamakan. Beberapa bidang keunggulan tersebut ialah agrikultur, pengolahan air bersih, dan pengolahan sampah. Ketiga bidang ini ditawarkan karena merupakan bidang unggulan dari Negara dengan Ibukota Praha ini.
“Kami menawarkan ketiga area ini karena memang merupakan kekuatan dari Negara kami. Dan perlu diketahui, kami juga sudah menjalin kerja sama sister city dengan Kota Yogyakarta, yang penandatanganan nota kesepahamannya dilakukan tahun lalu. Kerja sama sister city ini dilakukan dengan Kota Hluboká nad Vltavou,” imbuhnya.
Dikatakan Kopřiva, implementasi kerja sama sister city yang sudah dilakukan ini, misalnya saling kunjung pejabat kedua kota dan pertukaran pelajar/mahasiswa. Kedua kota ini menjalin kerja sama karena memiliki kemiripan, seperti memiliki beberapa situs warisan budaya. Karenannya, kerja sama di bidang budaya juga bisa menjadi sebuah ide untuk kerja sama Ceko dan DIY ke depannya.
“Salah satu kerja sama yang bisa dijalin ke depan dengan DIY adalah soal pelestarian situs cagar budaya. Selain itu, jika DIY memiliki UGM sebagai sebuah universitas besar, kami juga memiliki University of South Bohemia. Melalui keduannya kita bisa mengembangkan kerja sama di area riset dan ilmu pengetahuan,” paparnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPMPTSP DIY, Fathi Mustaqim mengatakan, Sri Sultan telah melihat kekuatan yang dimiliki DIY maupun Ceko yang dapast dikerjasamakan. Dan salah satu hal yang diusulkan Sri Sultan ialan kerja sama dalam hal pemberian sertifikasi kompetensi, khususnya bagi lulusan sekolah vokasi.
“Bapak Gubernur inginnya ada kerja sama di mana Ceko dapat memberikan pelatihan dan melakukan sertifikasi kompetensi bagi siswa maupun mahasiswa vokasi di DIY. Karena beliau inginnya peserta didik baik SMK, D1 atau D2 ini benar-benar telah siap kerja setelah lulus,” imbuhnya.
Menurut Fatih, Sri Sultan memiliki harapan, dengan mengantongi sertifikasi terstandar Ceko ini, para siswa/mahasiswa pendidikan vokasi di DIY diharapkan dapat mencari pekerjaan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di Uni Eropa. Selain itu, Sri Sultan juga mengusulkan adanya kerja sama DIY dan Ceko di bidang kerajinan, mengingat Ceko juga memiliki keunggulan dalam bidang kerajinan, khususnya kristal.
“Kekuatan DIY dalam hal kerajinan ada pada kreativitas desain. Jadi kami bisa turut memperkaya desain-desain mereka para kerajinan kristal, sementara dari mereka bisa menularkan keahlian dalam pembuatan kerajinan berbahan baku kaca secara sederhana. Dan untuk bidang pendidikan, Sri Sultan juga mendorong adanya kerja sama riset di bidang agrikultur, teknologi informasi, maupun gabungan keduanya pada bidang smart agriculture,” jelasnya.
HUMAS DIY





