Yogyakarta,REDAKSI17.COM – ASN dituntut menghadirkan kebijaksanaan, integritas, dan kepekaan dalam melayani masyarakat seiring kecerdasan buatan yang mulai mengambil alih berbagai pekerjaan administratif. Pesan tersebut mengemuka dalam peresmian Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, yang oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dimaknai sebagai momentum membangun budaya kerja birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik, Jumat (07/08).
Menurut Sri Sultan, birokrasi saat ini menghadapi sedikitnya tiga tantangan besar. Selain disrupsi AI yang mulai mengubah wajah pekerjaan administratif, pemerintah juga dihadapkan pada regenerasi ASN seiring banyaknya pegawai senior yang memasuki masa purnatugas, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan personal.
Menghadapi kondisi tersebut, Sri Sultan menyebut BKD dinilai memegang peran strategis dalam menyiapkan ASN yang tidak hanya memahami regulasi. ASN juga memiliki kreativitas, inovasi, serta kemampuan mengambil keputusan di tengah perubahan yang berlangsung cepat. “Yang bertahan dan dibutuhkan bukan lagi mereka yang sekadar cakap menjalankan aturan, melainkan mereka yang memiliki kreativitas, inovasi, serta kemampuan menimbang dan mengambil keputusan,” ujar Sri Sultan.
Karena itu, Sri Sultan menegaskan gedung baru BKD DIY tidak boleh dimaknai sekadar sebagai bangunan baru. Kehadirannya harus menjadi titik awal lahirnya budaya kerja birokrasi yang lebih adaptif dan mampu menjawab tantangan masa depan.
“Gedung ini paling tepat kita maknai bukan sebagai pencapaian, melainkan sebagai pertaruhan. Sebuah ruang baru menuntut cara kerja baru,” katanya.
Ia menambahkan, nilai tersebut sejalan dengan ajaran dalam Serat Piwulang Sri Sultan Hamengku Buwono I yang menempatkan pengabdian sebagai wujud kepekaan membaca keadaan, kesantunan dalam bertindak, serta solidaritas antarsesama aparatur. Menurutnya, nilai-nilai itu tetap relevan sebagai fondasi pengelolaan ASN di tengah perkembangan teknologi.
Sementara itu, Kepala BKD DIY Hary Setiawan menjelaskan pembangunan Gedung BKD DIY merupakan proyek strategis daerah yang dilaksanakan melalui kontrak multiyears pada 2023–2024 dengan nilai Rp68,63 miliar. Pembangunan dikerjakan oleh PT Aulia Multi Sarana dengan pengawasan PT Retrasindo Konsultan Indonesia.
Gedung seluas 8.289 meter persegi tersebut terdiri atas Gedung BKD DIY dan Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai yang masing-masing memiliki empat lantai. Bangunan mengusung konsep green building yang ramah lingkungan, hemat energi, dan sehat bagi penggunanya, serta mengadopsi arsitektur tradisional Jawa sesuai rekomendasi Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB). Gedung selesai dibangun pada 30 Desember 2024, menjalani final handover pada 27 Juli 2025, dan mulai dimanfaatkan untuk pelayanan sejak Januari 2026.
“Gedung baru menjadi bagian dari transformasi BKD DIY dalam memperkuat manajemen ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui penguatan sistem merit, pemanfaatan teknologi informasi, serta inovasi yang berkelanjutan,” ungkap Hary.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui berbagai capaian. BKD DIY memperoleh persetujuan penerapan manajemen talenta pada 2024 sebagai bentuk penguatan sistem merit. Pada 2025, inovasi digital ASN Memayu meraih peringkat kedua inovasi digital ASN DIY.
Memasuki 2026, Pemda DIY menerima penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari Badan Kepegawaian Negara atas penerapan sistem merit. BKD DIY juga meraih akreditasi A untuk layanan Assessment Center yang berlaku hingga 2029 serta predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Berbagai capaian tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian sekaligus memperkuat tata kelola ASN yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutup Hary.




