
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi memulai kegiatan gotong royong tahun 2026 di wilayah Kapanewon Purwosari di Balai Kalurahan Giritirto, Rabu, (24/6/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Gunungkidul dan perwakilan Kodim 0730/Gunungkidul serta para kepala perangkat daerah terkait.
Panewu Kapanewon Purwosari, Sugiantoro, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada Surat Edaran Bupati Gunungkidul mengenai Juknis kegiatan gotong royong tahun 2026. Fokus utama kegiatan tahun ini adalah upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana melalui pembangunan fisik secara swadaya.
“Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 10 hari ini melibatkan sinergi antara unsur pemerintah kapanewon, TNI, Polri, pemerintah kalurahan, dan masyarakat setempat.” kata Sugiantoro.

Ia memaparkan, pembangunan difokuskan di lima kalurahan diantaranya Kalurahan Giripurwo (Padukuhan Klampok) dengan pembangunan pasangan batu (talud) setinggi 160 cm untuk memperkuat tebing guna mencegah longsor saat musim hujan.
Kemudian Kalurahan Giriasih (Padukuhan Belunggung) dengan pembangunan jalan paving block sepanjang 111 meter untuk meningkatkan aksesibilitas dan jalur evakuasi darurat. Kemudian Kalurahan Girijati (Padukuhan Watu Gajah) dilaksanakan pembangunan drainase sepanjang 65 meter untuk memperlancar aliran air dan mengurangi genangan.
Kemudian Kalurahan Giricahyo (Padukuhan Ngoro-ngoro) Pembangunan drainase besar (lebar 5 m, dalam 1,9 m) untuk mengendalikan aliran air permukaan dan mencegah erosi, dan Kalurahan Giritirto (Padukuhan Nglegok) Pembangunan drainase sepanjang 46 meter untuk mengurangi risiko banjir lokal dan mitigasi hidrometeorologi.
“Anggaran kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten Gunungkidul melalui DPA Kapanewon Purwosari, yang mencakup penyediaan berbagai material mulai dari semen, pasir, batu putih, hingga besi tulangan.” ujar Panewu Purwosari.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa gotong royong adalah warisan luhur yang menjadi kekuatan utama di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia mengutip pesan Bung Karno bahwa gotong royong adalah living reality atau kenyataan hidup yang menjadi pondasi bangsa Indonesia.
“Keterbatasan fiskal jangan membuat kita patah semangat. Kita punya modal sosial berharga yaitu gotong royong yang tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan apapun,” tegas Bupati. Ia juga mengapresiasi model pengusulan kegiatan yang bersifat bottom-up, di mana lokasi pembangunan ditentukan berdasarkan skala prioritas hasil musyawarah warga, sehingga partisipasi masyarakat menjadi lebih kuat.
Selain itu, Bupati meluncurkan kebijakan insentif baru, Kalurahan yang berhasil melunasi pajak PBB sebelum jatuh tempo akan diberikan tambahan anggaran gotong royong pada APBD Perubahan mendatang. Langkah ini diharapkan dapat membangun semangat warga dalam menjalankan hak dan kewajibannya secara seimbang.
Acara ditutup dengan peninjauan ditiap lokasi yang diharapkan dapat memperkuat diplomasi legislatif untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah Purwosari. Bupati berharap gerakan ini tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan benar-benar menjadi budaya kerja sehari-hari demi lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.


