Potensi pasar Jadi Destinasi Wisata, Kebersihan Pasar Jadi Prioritas

 

Gondomanan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengembangkan potensi pasar rakyat tidak hanya sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Setelah Pasar Beringharjo, Pasar Ngasem, dan Pasar Kranggan dikenal luas oleh wisatawan, kini Pasar Sentul dan Pasar Terban disiapkan menjadi alternatif tujuan wisata baru, terutama di sektor kuliner.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan kedua pasar tersebut diproyeksikan menjadi destinasi unggulan baru setelah menjalani revitalisasi fisik dan infrastruktur.

“Pasar yang diproyeksikan adalah Pasar Sentul dan Pasar Terban. Dengan wajah baru setelah dilaksanakan revitalisasi di kedua pasar tersebut, Dinas Perdagangan bersiap untuk menyuguhkan alternatif destinasi unggulan bagi para wisatawan, terutama bagi pelaku wisata kuliner,” ujar Ambar saat dikonfirmasi, Senin (24/6).

Menurutnya, pasar rakyat memiliki peran yang semakin strategis di Kota Yogyakarta. Selain menjadi tempat transaksi ekonomi masyarakat, pasar juga menjadi bagian dari wajah kota yang turut membentuk pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta.

Karena itu, Ambar terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pasar melalui revitalisasi fisik dan infrastruktur, pemberdayaan pedagang, serta optimalisasi fungsi pasar agar semakin nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Dinas Perdagangan melihat dan menyadari betul peran penting pasar rakyat sebagai wajah kota dan tujuan wisata. Karena itu, upaya revitalisasi, pemberdayaan pedagang, dan optimalisasi fungsi pasar terus dilakukan,” katanya.

Seiring dengan pengembangan pasar sebagai destinasi wisata, aspek kebersihan dan kenyamanan juga menjadi perhatian utama. Ambar menjelaskan, secara umum kondisi kebersihan pasar rakyat di Kota Yogyakarta cukup terjaga, meskipun masing-masing pasar memiliki tantangan yang berbeda.

Pasar yang didominasi perdagangan bahan pangan basah, misalnya, memiliki tantangan pada pengelolaan sampah organik dan saluran drainase. Sementara pasar yang menjadi tujuan wisata memerlukan perhatian lebih pada kebersihan area publik dan fasilitas umum.

“Karena itu, pendekatan pengelolaan kebersihan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasar,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengelolaan lingkungan pasar, Dinas Perdagangan akan terus mendorong kegiatan kerja bakti dan gotong royong yang melibatkan seluruh unsur pasar.

“Pada prinsipnya, kegiatan kerja bakti atau gotong royong tidak hanya dilakukan di Pasar Ngasem, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemeliharaan lingkungan di pasar rakyat. Ke depan kegiatan tersebut akan didorong agar lebih terjadwal sesuai kebutuhan, seperti pembersihan saluran air hujan dan pruning, dengan melibatkan pengelola pasar, pedagang, dan paguyuban,” ujarnya.

Ambar mengatakan pihaknya juga terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan kebersihan yang selama ini telah berjalan melalui petugas kebersihan dan pengelola pasar. Evaluasi tersebut diarahkan untuk menyusun standar operasional yang lebih optimal terkait kebersihan, pengelolaan sampah, penataan lingkungan, serta pelaksanaan kerja bakti.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pasar yang telah menjadi tujuan wisata harus dirawat dengan baik agar tetap nyaman bagi pengunjung. Saat mengikuti kerja bakti di Pasar Ngasem (23/6), Hasto meminta para pedagang menyediakan waktu khusus untuk membersihkan lingkungan pasar secara rutin.

Menurutnya, aktivitas perdagangan yang terus berlangsung tanpa disertai perhatian terhadap kebersihan lingkungan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari sampah hingga saluran drainase yang tersumbat.

“Pasar Ngasem ini sudah menjadi tujuan wisata karena makanan tradisional khas Jogja yang banyak dicari pengunjung. Setelah laris, tentu harus dirawat dengan baik. Kebersihan menjadi bagian penting agar wisatawan semakin nyaman datang ke pasar,” kata Hasto.

Ia juga mengajak pedagang untuk memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar. Menurut Hasto, pasar yang bersih dan tertata tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga akan meningkatkan daya tarik pasar sebagai destinasi wisata sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pedagang.

“Kalau lingkungannya bersih dan apik, tentu pengunjung akan lebih nyaman. Pasar menjadi lebih menarik, dan pada akhirnya bisa berdampak baik bagi para pedagang,” ujarnya.