
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi menjadikan Kulon Progo sebagai daerah maju dan sejahtera termasuk dalam bidang Pariwisata. Upaya kolektif dari bawah hingga tingkat atas, menjadi kunci utama.
Dalam sambutannya pada Festival Pantai Congot di Pantai Congot, Minggu, 28 Juni 2026, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko mengatakan, jika Kulon Progo pernah dicatat sebagai kabupaten termiskin pada tahun 2016. Predikat tersebut merupakan momen memprihatinkan bagi masyarakat Kulon Progo, sekaligus menjadi pelecut semangat untuk terus bergerak maju.
“Maka dari itu, Kabupaten Kulon Progo harus bangkit dan maju. Majunya bagaimana? Ya kita harus bersama-sama mulai dari tingkat bawah sampai tingkat atas,” ujarnya.
Ambar mendorong jajaran Dinas Pariwisata Kulon Progo untuk tetap semangat dan membuktikan kompetensinya dalam merangkul semua pihak.
“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa pariwisata Kulon Progo menarik dan layak dikunjungi,” ujarnya.
Ambar juga menekankan pentingnya peran media dalam menyebarluaskan potensi daerah ke kancah internasional. Sinergi bersama Media diharapkan mampu memperlihatkan kepada dunia luar mengenai jati diri Kulon Progo yang sesungguhnya.
“Marilah bersama-sama memperlihatkan ke dunia bahwa Kulon Progo memang indah, ramah, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai andap asor serta subasita (tata krama dan sopan santun),” ucapnya.
Pariwisata, lanjut Ambar, merupakan faktor pendukung utama dalam peningkatan kesejahteraan daerah. Dengan dukungan semua pihak, ia optimistis Kulon Progo dapat bertransformasi menjadi daerah yang makmur.
“Faktor pendukung peningkatan utama adalah pariwisata, makanya bersama-sama mari meramaikan pariwisata kita, sehingga mampu membawa kesejahteraan bagi kita semuanya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, menjelaskan, pihaknya telah meluncurkan Gora Bangsa yang merupakan program pentahelix. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai pihak guna menciptakan ekosistem kepariwisataan yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi.
Menurut Sutarman, sinergi lintas sektor ini memegang peranan penting dalam mengoptimalkan potensi daerah. “Tujuan utamanya meningkatkan kunjungan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan muaranya peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Kulon Progo,” ujarnya.
Sutarman menambahkan, dalam momentum Festival Pantai Congot juga dilakukan peresmian Angkringan Lawis Segoro yang dikelola secara profesional oleh BUMDes Binangun Sejahtera Kalurahan Jangkaran dalam rangka memutus rantai kemiskinan berbasis masyarakat. Selain itu juga digelar lomba mewarnai, senam sehat dan lainnya.




