Gunungkidul,REDAKSI17.COM – BupaBupati Gunungkidul Saksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI, Fokus pada RUU APBN 2027 Gunungkidul bersama jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gunungkidul pada hari Jumat, (14/8/2026). Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul ini beragendakan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Acara yang berlangsung khidmat di Gedung DPRD Gunungkidul tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam pidatonya yang disaksikan secara daring, Presiden Prabowo menekankan tema kebijakan fiskal 2027, yaitu “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat,” sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan ekonomi dengan keadilan sosial.
Presiden memaparkan sejumlah target dan program prioritas yang akan menjadi arah pembangunan nasional pada tahun mendatang, dimana Belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 6%. Inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5%, sementara angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0% hingga 6,5%.
Kemudian ada delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), dimana pembangunan akan difokuskan pada kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Dalam pidatonya, Presideng juga menyampaikan, Pemerintah berencana merenovasi 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia mulai tahun 2027 dengan alokasi sekitar Rp4 miliar per Puskesmas. Selain itu, akan dilakukan revitalisasi terhadap 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas kesehatan yang canggih. Presiden juga memperkenalkan inovasi ambulans udara menggunakan helikopter dan pesawat kecil untuk menjangkau daerah terpencil.
“Untuk menekan kebocoran anggaran, pemerintah akan mengonsolidasikan pengadaan barang dan jasa melalui badan pengadaan pemerintah yang baru. Langkah ini diprediksi dapat menghasilkan efisiensi hingga Rp360 triliun per tahun.” ujar Presiden dalam pidatonya.
Presiden juga meminta dukungan masyarakat untuk menyukseskan Sensus Ekonomi yang berlangsung hingga akhir Agustus 2026 guna menghasilkan data yang akurat untuk penyusunan kebijakan dan anggaran yang tepat sasaran.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan sekadar angka, melainkan instrumen untuk menghadirkan negara dalam kehidupan rakyat, memastikan setiap warga di wilayah terpencil sekalipun merasakan manfaat pembangunan.
Melalui kegiatan ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diharapkan dapat menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas nasional yang telah dicanangkan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.



